MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Sumpah Pemuda dan Pancasila

Posted by marsaja pada Oktober 29, 2010

Tepat pada tanggal 28 Oktober 2010, bangsa Indonesia memperingati peristiwa Sumpah Pemuda untuk yang ke-82 kali. Kita patut bangga persitiwa saat itu mampu menjadi perekat rasa kebangsaan kita di tengah bangsa yang sedang terjajah. Pada tahun ini sebenarnya. Sumpah yang diikrarkan oleh para wakil pemuda se-Indonesia pada waktu itu benar-benar mampu membangkitkan jiwa nasionalis bangsa untuk bersama-sama meniatkan bebas dari penjajahan colonial. Nah, tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan dirinya menjadi sebuah Negara yang merdeka dan berdaulat. Jika kita melihat waktunya ada selisih 17 tahun Indonesia baru merdeka sejak sumpah pemuda diikrarkan bersama-sama.

Peringatan sumpah pemuda pada tahun ini sudah seyogyanya mampu kita jadikan pelecut semangat bagi diri kita untuk bangkit kembali dari keterpurukan bangsa. Sudah cukup banyak bukti bahwa bangsa ini mengalami dekadensi moral dan keterbelakangan budaya. Justru yang berkembang malah budaya yang merusak kepribadian bangsa, seperti adanya budaya berbahasa Indonesia sudah mulai terpengaruh bahasa gaul, bahasa kebarat-baratan sampai kebiasaan minum-minuman keras, pergaulan bebas, pengaruh narkoba,dll. Semua itu tanpa kita sadari semakin merongrong kewibawaan bangsa Indonesia.

Belum lagi negara ini masih diperparah dengan berbagai macam bencana alam, baik banjir, kebakaran, elpiji meledak, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus. Semuanya membuat negeri ini semakin terpuruk dan merugi baik materiil maupun imateriil.

Nah, momentum sumpah pemuda bias kita gunakan untuk kembali membangkitkan semangat kebangsaan kita yang mungkin sudah mulai luntur agar kita tidak semakin merugi. Kita bisa memulai dengan pemahaman bahwa memang manusia pada dasarnya merugi, kecuali adalah orang-orang yang beriman. Kedua orang yang mengerjakan amal sholih (kebaikan), ketiga orang yang saling berwasiat tentang kebenaran (haq), dan Keempat orang yang berwasiat dalam kesabaran.

Dan menurut hemat kami orang yang tidak merugi tetapi malah untung adalah orang yang masih mampu memahami hakikat Pancasila, yaitu dasar Negara kita, ideologi bangsa kita, falsafah bangsa kita. Maksudnya bagaimana?

 

Coba anda perhatikan, sila Pancasila ada lima, masing-masing sila saling berkaitan dan membentuk hirarki atau sebuah piramida. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan cerminan dari kecuali orang-orang yang beriman. Orang yang beriman berarti orang yang  percaya kepada keagungan Tuhan Yang maha Esa. Orang yang percaya tentu akan mengabdi kepada yang dipercaya, yaitu mengabdi dengan beribadah sesuai rukun-rukunnya dan buah dari beribadah adalah kebaikan yang dikerjakan tanpa merasa pamrih atau ikhlas, ibarat tangan kanan yang memberi, tangan kiri tidak tahu.

Sila kedua berbunyi Kemanusiaan yang Adil dan Beradab merupakan cerminan dari  mengerjakan amal-amal sholih. Memang manusia diciptakan menjadi makhluk yang paling sempurna. Jika akhlaqnya baik maka manusia lebih mulia daripada malaikat, namun jika akhlaqnya buruk manusia menjadi lebih hina daripada binatang. Manusia yang beradab adalah cerminan manusia yang mempunyai akhlaq mulia, sedangkan akhlaq mulia adalah puncaknya ilmu. Kebalikannya manusia yang jelek perangainya akan menjadi manusia yang biadab.Jadi, bukti bahwa manusia itu berilmu atau tidak adalah pada adabiahnya, apakah baik apa jelek.

Sila ketiga dan keempat yang berbunyi Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan merupakan pantulan dari saling berwasiat tentang kebenaran. Orang yang saling memberi nasehat kebenaran tentunya orang tersebut jelas rukun dan mau duduk bersama saling mendengarkan atau lebih jelasnya orang tersebut bersedia duduk bersama untuk bermusyawarah membicarakan setiap masalah dan dicari solusinya. Kadang memang kita setiap saat selalu saja ada masalah yang muncul, namun kita juga diberikan solusi jika ada masalah cara yang paling tepat adalah dengan musyawarah. Dengan musyawarah akan menghapus setiap rasa benci, rasa mau menang sendiri/ego, dan mau mendengarkan kemauan orang lain termasuk mau mengalah yang penting tujuan untuk kepentingan bersama diutamakan.

Sila kelima adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia merupakan refleksi dari saling berwasiat tentang kesabaran. Orang yang sabar tentu orang yang mau mengalah dan tahan terhadap cobaan hidup. Orang yang sabar tentu akan lebih mementingkan kepentingan umum daripada pribadi maupun golongannya. Dan kesabaran pasti akan berbuah manis. Kebalikaanya grusa-grusu atau gegabah akan menghasilkan kegagalan. Jadi kesabaran tentu akan melahirkan sebuah keadilan sosial. Dan inilah buah dari Pancasila yaitu sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi yang menikmati keadilan itu bukan hanya sebagian rakyat tetapi semuanya. Itu adalah cita-cita para faunding father bangsa.

Jadi kepada para pemuda mari kita merenung kembali dan mawas diri apakah yang kita lakukan selama ini ini sudah sesuai dengan sumpah pemuda pada saat itu. Kita sudah punya pedoman dan falsafah yaitu Pancasila, maka kita tinggal melaksanakan agar cita-cita bangsa bisa kita laksanakan tentunya sesuai profesi dan kemampuan kita masing-masing. Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda, peringatan tidak akan berarti jikalau kita kurang bisa memaknainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: