MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Bakul Es

Posted by marsaja pada Oktober 29, 2010

Pada musim kemarau tahun ini ternyata intensitas hujan masih cukup tinggi di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di daerah kami. Bahkan di beberapa tempat, seperti di ibukota Jakarta kondisinya makin parah, akibat curah hujan yang semakin deras di beberapa titik terjadi macet akibat banjir. Di antara yang merasakan repotnya hujan mungkin salah satunya adalah Bakul (penjual) Es. Bakul es mungkin berpikir jika tiap hari sering turun hujan bisa-bisa dagangan kurang laris bahkan ada yang tidak terjual.

Sudah jamak, banyak bakul es yang mengeluh jika sering turun hujan. Dagangan jadi tidak laku dan biasanya sebagian besar akan menyalahkan alam, kenapa hujan harus turun terus menerus. Di sinilah titiknya, kita kadang secara tanpa sadar telah menyalahkan sing gawe urip, harus hujan?. Kenapa kok tidak panas saja? Sehingga orang-orang akan merasa haus dan tentunya dagangan es akan laris lagi, tentu penghasilan akan tambah dan terus bertambah.

Di sisi lain, petani yang sudah lama tanahnya krisis air tentu akan berharap akan turun hujan, sehingga sawah dan ladangnya bisa ditanami kembali. Tentu tanaman akan hidup segar, yang bisa merasakan manfaat tidak hanya petani tetapi peternak hewan seperti kambing, sapi, kerbau tentu akan sangat senang karena makanan (rumput) tersedia dengan melimpah ruah. Petani biasanya juga berharap agar setiap hari bisa mendapatkan aliran air yang melimpah agar bisa mengairi sawah dan ladangnya.

Di sisnilah repotnya manusia, kadang minta hujan supaya cepat turun, kadang minta panas atau lebih tepatnya manusia minta agar kondisi alam menuruti kemauannya. Jika memang sudah demikian bukankah itu termasuk egois. Lalu bagaimana posisi kita sebagai hamba Tuhan. Dimanakah letak ketundukan kita sebagai makhluk ciptan-Nya. Inilah yang seharusnya kita sadari, kita kadang lupa bahwa ada kekuatan dan kekuasaan yang maha tinggi, yaitu Tuhan yang menciptakan alam beserta isinya. Bahkan kadang karena manusia merasa pintar akhirnya tidak menyadari bahwa semua yang ada di dunia ini ada yang mengatur. Tugas kita sebenarnya hanyalah menaatinya dengan cara salah satunya untuk menerima dengan ikhlas setiap apa yang dianugrahkan kepada kita.

Kalaulah kita mau berpikir sebenarnya hidup ini hanya terdiri dari dua macam saja. Jika tidak siang ya malam, kadang panas kadang juga hujan, kadang merasa dingin terkadang merasa gerah. Seperti tubuh kita kadang badan kita sehat kadang sakit, kadang rejeki kita lancer kadang isinya dompet kosong. Yang penting kondisi yang seperti apapun jangan merasa mengeluh apalagi sampai menyalahkan Tuhan. Sudah sepantasnyalah kita semakin banyak mawas diri. Ada banyak rahasia yang Tuhan berikan kepada kita. Kita saja yang belum mengerti apa makna rahasia alam tersebut. Jadi biarpun hujan sebaiknya Bakul Es tetap tersenyum dan menerima dengan ikhlas serta tetap berusaha. Mungkin ketika dagangan bakul es laris, maka sebagian rejeki bisa ditabung, sehingga ketika dagangan sepi dapur masih mengepul dan tidak perlu menyalahkan kondisi alam.

Satu Tanggapan to “Bakul Es”

  1. Assalamu’alaikum
    Pak Maryanto mana tulisan berikutnya, ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: