MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Dibalik “Sampah”

Posted by marsaja pada April 26, 2010

Tulisan ini khusus membahas sampah, tapi bukan sembarang sampah lhooo. Kami mengajak saudara untuk memikirkan lebih dalam apa sih sebenarnya sampah itu? dan dimana sebaiknya kita menempatkan sampah?. Kita tahu bahwa setiap keluarga dipastikan akan selalu menghasilkan sampah, bisa dari sisa masakan, kertas, plastik, atau daun yang berguguran. Kita dirumah diajarkan oleh orang tua agar jangan membuang sampah sembarangan, harus pada tempatnya. Kalau dalam manajemen sampah modern biasanya dipisah antara sampah organik dan anorganik. Di taman-taman kota biasanya disediakan tempat sampah versi beda, ada yang kering dan yang basah atau ooganik dan anorganik.

Pendeknya sampah harus dibuang di tempat sampah. Banyak keuntungan yang bisa kita peroleh. Diantaranya agar tidak membuat sumber penyakit. Supaya rumah dan lingkungannya bersih, agar lingkungan kita sehat, supaya rumah kelihatan lebih indah dan nyaman ditempati, dan masih banyak keuntungan yang lainnya jika rumah kita bersih dari sampah.

Pada masing-masing orang, sebenarnya juga sama. Pada setiap orang pasti akan menghasilkan produksi sampah sisa dari sari-sari makanan. Yang mana biasanya sampah secara lumrah akan dikeluarkan dari tubuh. Bisa berupa BAK atau BAB. Bayangkan kalau tidak dikeluarkan, bisa operasi dan tentu biayanya mahal.

Bagaimana cara mengelola sampah yang baik. Orang tua mengajarkan sampah sebaiknya dibakar agar tidak tertimbun dan menyebabkan bau-bauan yang menyengat atau udara yang tidak sehat. Atau sampah organik bisa dijadikan pupuk organik. Pendeknya yang paling mudah sampah dibakar. Itu kalau pengelolaan dalam skala kecil.

Jika kita tarik dalam skala yang lebih besar, kira-kira bagaimana? Coba anda perhatikan, jika di dunia ini terdapat sampah (orang yang kelakuannya seperti sampah, maaf lhooo). Misalkan ada sebutan “sampah masyarakat” atau oarng yang sifatnya selalu merugikan orang lain, gemar maksiat, hoby berbuat dosa, suka menipu, korupsi, atau lupa pada Tuhan, apalagi berani menentang Tuhan. Mungkinkah bisa dikategorikan orang-orang yang mengotori dunia. Berarti kalau kita menginginkan rumah kita, bumi kita, tempat hidup kita bersih dari sampah, maka sepantasnya dibersihkan dengan cara sampah disapu, dikumpulkan, ditaruh ketempat sampah kemudian dibakar, agar bersih dan tidak menimbulkan bau-bau yang kurang sedap.

Kami berpikir, mungkinkah bencana alam ini, mulai tsunami, gempa bumi, longsor, banjir, angin topa, kebakaran, gunung meletus, dll, adalah bagian dari proses pembersihan sampah di muka bumi. Mungkinkah Tuhan membersihkan sendiri melalui kekuasaanya karena memang banyak sampah yang harus dibersihkan. Mungkinkah saudara? Jadi kalau ada bencana-bencana alam di muka bumi ini mungkin itu adalah bagian dari pembersihan sampah, yang ditaruh ditempat sampah, kemudian dibakar.

Semoga kita bukan termasuk manusia-manusia yang perilakunya seperti sampah, hanya mengotori rumah tinggal kita yaitu bumi. Atau mengotori kehidupan ini. Kalau rumah kita ingin bersih, mari kita jaga setiap hari dengan rajin membersihkan sampah dengan cara menyapunya, menempatkan di bak sampah dan membakarnya. Agara kita nyaman tinggal dirumah kita, rumah yang telah dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: