MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Oh Iya!

Posted by marsaja pada November 30, 2009

Pada tanggal 30 Nopember 2009,  ada sebuah pengalaman menarik yang menurut kami pantas untuk kita rasakan. Si teman bilang bahwa jika kita dapat memahami sekaligus mempraktekkan falsafah “Oh Iyaa” atau oh iyoo. Maka kami yakin siapapun juga akan mampu menjadi teladan hidup di sekitar lingkungannya.

Dia mengatakan misalnya, Siswa di lingkungan sekolah : Oh iya kalau aku ingin pandai seharusnya rajin belajar. oh iyaa kalau kelas kita ingin nyaman di tempati maka kita bersihkan. Oh iya jika nilai Unas baik maka harus segera mempersiapkannya. Kalau Guru, misalnya kalau ingin muridnya pandai maka dalam mengajar harus lebih serius dan dapat diterima murid. kalau anaknya ingin berbuat sopan santun, maka hgurunya harus mengajari juga sopan santun dan sepantasnya memberikan contoh bagaimana berlaku sopan santun itu.

Di lingkungan rumah, kita juga bisa mempraktekkan juga. Orang tua jika menginginkan anak-anaknya juga harus mampu menjadi sosok yang diidolakan anak, sehingga anak tidak perlu mencarai idolanya di luar rumah. Khawatirnya bukan contoh baik yang diperoleh tapi malah contoh yang menjerumuskan. Orang tua juga harus mampu menjaga, oh iyaa kalau anaknya ingin penurut, maka jangan sampai boleh keluar malam atau lupa waktu. Biar komunikasi antar anak dan orang tua tetap terjalin harmonis. Si anak juga bisa bilang oh iyaa kalau orang tua tetap meberikan kasih sayang, maka aku harus menurut kata orang tua dan menaati perintahnya ( tentu yang baik dong). Dan jika si anak ingin terkabul cita-citanya tentu harus taat dan mengikuti saran orang tua jangan malah menentang orang tua.

Di lingkungan negara, contohnya:  oh iyaa jika negara ini menginginkan supremasi hukum tetap tegak berdiri, maka pihak penegak hukum harus menjunjung tinggi asas keadilan dan perlakuan yang sama di muka hukum agar rakyat kembali percaya pada para penegak hukum. Oh iyaa jika negara kita ingin makmur maka pemerintah beserta rakyat harus mau membangun bersama-sama. Jika kasus-kasus hukum dan yang lain bisa segera diselesaikan maka para penegak hukum harus mau menyelesaikan dengan adil tanpa intervensi dari pihak-pihak yang bersengketa.

Dan sebagai hamba, misalnya: oh iyaa kalau hidupku ingin tenang maka aku harus istiqomah dalam beribadah. Jika ingin alam ini kembali berkah maka kita harus bisa merawat alam dan mengolah sebaik mungkin. Kalau ingin jagad ini aman dari bencana alam maka menyatulah dengan alam untuk memahami setiap makna yang terkandung didalamnya. Oh iya …. yaaaa! aku sebenarnya bisa memulai dari sekarang dan diri sendiri. Intinya jika kita ingin baik maka berbaik-baiklah. kalau menyakiti orang lain itu sakit, kamu jangan menyakiti sebaliknya jika anda inginorang lain baik maka kamu berbuat baik kepada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: