MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Mau 5, Dengan 5 juga

Posted by marsaja pada November 30, 2009

Manusia begitu banyak menginginkan sesuatu hal, baik cita-cita di dunia maupun di akherat. Salah satu keinginan tersebut adalah bercita cita ingin sukses hidup di dunia dan di akherat. Ada seorang ahli berkata, jika kita menginginkan lima hal maka juga harus melakukan dengan lima hal pula. Apakah itu? Berikut ini apa dan bagaimana caranya tersebut diatas :

Pertama, Jika kita mendapatkan rejeki, maka sebaiknya menjalankan secara istiqomah sholat dhuha. Apa makna rejeki itu? Mungkin banyak sekali tafsir yang menjelaskan makna rejeki. Menurut hemat kami rejeki adalah segala karunia yang telah dianugerahkan kepada makhluk-Nya baik yang berupa materi maupun nonmateri. Waku sholat dhuha biasanya dikerjakan pada pagi hari. Pada waktu tersebut memang efektif untuk bekerja, sedangkan ketika bekerja jika diniati ibadah maka disamping akan mendapatkan jerih payah hasil bekerja tentu jika kita meniatkan secara ihlas juga untuk beribadah maka tentu rejeki akan terus bertambah, jadi memang sangat pas jika kita biasakan untuk bekerja sekaligus beribadah. Karena sudah sangat jelas bahwa tugas manusia adalah untuk beribadah termasuk sholat dhuha di pagi hari.

Kedua, Jika di alam kubur ingin diliputi cahaya yang terang benderang, maka istiqomahlah untuk sholat tahajud di waktu malam. Di alam kubur itu sebenarnya terang atau gelap adalah tergantung dari amalnya di dunia. Jika amalnya termasuk amal sholeh maka di dalam kubur akan terasa terang, lapang, dan nyaman dan sebaliknya. Dengan menjalankan sholat tahajud di waktu malam berarti ada niat yang ikhlas untuk beribadah ketika secara umum manusia sedang tidur. Sehingga jika kita benar-benar tidur nanti (mati) maka karena kita sudah terbiasa menjalankan sholat tahajud pada saat orang sedang tidur, maka cahaya teranglah yang akan kita terima di alam kubur nanti.

Ketiga, Jika ingin dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Malaikat Munkar dan Nakir, maka istiqomahlah membaca Al Qur’an. Malaikat Munkar dan Nakir akan bertanya pada setiap manusia yang baru saja mati meninggalkan dunia fana’ ini. Kenapa kita disyariatkan untuk membaca Al Qur’an jika ingin mampu menjawab kedua Malaikat tersebut. Jelas sekali karena Al Qur’an adalah kitab suci yang berisi petunjuk dan pedoman hidup yang sangat lengkap bagi seluruh umat manusia di dunia ini. Al Qur’an adalah kalamullah, baik yang bersifat langsung yaitu alam jagad raya maupun yang berupa firman-Nya yang telah dituliskan dalam sebuah kitab suci. Kita bisa iqro’ (baca) apa yang ada di Alqur’an, baik membaca alam atau tulisan pada kitab Al Qur’an. Sehingga diharapkan kita mampu memperoleh ilmu yang manfaat bagi kehidupan kita. Dengan menguasai ilmu berarti kita mengetahui, mengerti dan memahami, sehingga insya Allah kita akan mampu menjawab pertanyaan kedua malaikat tersebut.

Keempat, Jika ingin selamat melewati titian shirothol mustaqiim, maka lakukanlah puasa dan shodaqoh. Shirotol mustaqiim bermakna jalan yang lurus, jalan yang benar-benar akan menghantarkan kita menuju Ridlo Ilahi. Supaya selamat melewati ini maka disyariatkan untuk puasa dan shodaqoh. Dengan berpuasa kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, mensucikan batin kita dari hawa nafsu atau dari segala prasangka jelek baik iri, dengki, marah, dendam, dll. Dengan kesucian kita akan mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: