MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Alam Juga Demo

Posted by marsaja pada November 2, 2009

Ada yang mengatakan jika hati manusia hidupnya tenang, maka alam pun juga ikut tenang. Pendek kata ada kesinambungan antara yang terjadi di alam ini dengan yang terjadi pada diri manusia. Karena pada dasarnya antara unsur alam dengan unsur manusia itu senyawa. Buktinya pada diri manusia juga terdapat unsur tanah, air, api, angin dan cahaya. Sedangkan kita melihat yang terjadi di bumi kita khususnya di Indonesia seringkali terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, kebakaran, puting beliung, dll. Istilah kami sekarang ini alam juga demo! Karena apa?. Coba kita rasakan dengan  pendekatan “Rasa Pangrasa”

Sebab manusianya juga banyak yang demo!. Dari unsur tanahnya, banyak manusia sekarang ini yang gampang protes, tidak terima terhadap nasibnya. Padahal sifat tanah adalah “Nrimo” mau menerima apa yang dianugrahkan Sang Pencipta kepada hambanya. Ibarat sifat tanah, yang menerima dengan ikhlas baik ditanami apapun sampai didirikan suatu banngunan tanah pun tetap mau menerima. Manusia kurang pandai bersyukur terhadap nikmat yang diterimanya. Bayangkan kita menanam dengan sedikit benih padi saja tetapi hasilnya berlipat ganda. Sehingga ketika manusia kurang menyadari nikmat yang telah diterimanya maka kita akhirnya lupa dan gampang protes, seolah tidak mau menerima keberadaan nasibnya. Istilahnya “Kurang nrimo”. Makanya bumi yang kita pijak ini juga ikut-ikutan demo dengan cara tanah longsor dan juga gempa bumi.

Dari unsur air, mayoritas manusia sudah kehilangan sifat sucinya. Seperti sifat air yang suci dan mensucikan. Sebagian diri manusia jiwanhya sudah kotor, dan tidak lagi mampu bersuci secara utuh. memang jasad tubuh bisa disucikan tapi hatinya tetap kotor. Buktinya walaupun sudah bersuci, beribadah namun kelakuannya tetap negatif. Apalagi manusia sifatnya seperti air yaitu suci dan mensucikan. Mereka sangat jarang ditemui pada saat sekarang ini. Sehingga kalau di dunia ini sudah sangat jarang yang mau bersuci, maka alam pun juga akan menebarkan sifat sucinya yang tujuanya untuk membersihkan manusia, diantaranya dalam bentuk banjir bandang.

Dilihat dari unsur api, sebagian besar manusia kehilangan sifat beraninya tapi malang semakin pengecut dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Taruh contoh adanya pembalakan liar, korupsi merajalela, penggusuran yang cenderung radikal, dll. Ini menandakan bahwa manusia cenderung mengikuti sifat gampang marahnya tanpa bisa mengontrol. Sehingga jika kebanyakan orang marah tentu bukan kebaiakan atau keselamatan tetapi akan melahirkan kerusakan baik secara fisik maupun nonfisik. Orang tidak akan mampu mewujudkan sifat terpuji jika dalam pribadinya gampang marah atau suka menuruti jiwa pemarahnya. Tentu bisa kita rasakan kalau alam juga marah dengan bencana yang berupa kebakaran yang terjadi dimana-mana.

Keempat dari unsur angin, kita bisa merasakan bahwa angin bersifat jujur, apapun aroma di suatu tempat maka angin atau udara akan menunjukkan bau yang sebenarnya. Seperti itulah gambaran angin yang berarti jujur. memang kalau kita melihat tingkah polah manusia sekarang banyak yang hilang kejujurannya. Mereka tidak berani mengatakan yang sebenarnya atau mengakui yang sebenarnya. Akibat seperti ini maka alam juga akan menampakkan demonya dengan cara puting beliung, gimana?

Nah, kita tentunya bisa berpikir kembali kenapa alam demo, menurut kami karena mayoritas jiwa manusiananya juga gampang demo sehingga kehidupan kita selaras dengan kehidupan alam. Artinya jika kita ingin alam ini tenang, maka jiwa kita juga harus tenang. Jika menginginkan alam ini bermanfaat, maka tebarkan manfaat juga disekitar anda. dan jika anda menginginkan kedamaian di jagad ini maka marilah kita pupuk jiwa pengayom kita baik kepada keluarga maupun orang lain. Ini hanyalah sebuah tulisan yang mampu disampaikan untuk dipikirkan dan dirasakan secara lebih mendalam.

Pertanyaannya adalah jika di negara kita sedang terjadi konflik antara KPK dengan Polisi, maka apa yang akan terjadi di alam ini selanjutnya? Kami berpendapat jika para pemimpin bangsa masih berpegang teguh pada sifat kejujuran maka kedamaian yang akan diperoleh di negri ini, namun jika sebaliknya maka kita tunggu saja apa yang akan terjadi, waspadalah wahai saudaraku, JUJURLAH!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: