MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Pejuang Sejati

Posted by marsaja pada Agustus 17, 2009

Begitu pentingnya sejarah bagi kehidupan kita. Bahkan Bung Karno pernah mengungkapkan “Jas Merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah. Ya, dari sejarahlah kita sebenarnya bisa mengacu perjalanan hidup kita, hidup bangsa. Coba kita tengok pada saat masanya Kerajaan Majapahit. Awal-awal perjuangan mendirikan Majapahit, semua pejuang dengan gagah berani memperjuangkan berdirnya kerajaan Majapahit. Mereka bersatu pada membela kepentingan kerajaan. Namun ketika Raden Wijaya dinobatkan menjadi Raja pertama dan mulai menyusun pemerintahannya, disinilah mulai muncul riak-riak persoalan itu. Ya, karena jabatan dalam kekuasaan akhirnya pecah persoalan di Majapahit. Ranggalawe yang merasa berjasa besar dalam pejuangan Majapahit tidak terima jika hanya dijadikan adipati di Tuban. Ranggalawe akhirnya memberontak pada rajanya tetapi pada akhirnya pemberontakan itu dapat ditumpas. Padahal kita tahu bahwa Ranggalawe punya jasa besar dalam perjuangan untuk kerajaan Majapahit. Namun karena merasa memiliki jasa besar dan berhak menduduki jabatan akhirnya dia lupa pada tata krama politik, bahwa yang menentukan posisi jabatan tetap keputusan Raja.

Sekian ribu tahun peristiwa itu terjadi lagi, tepatnya ketika proklamasi kemerdekaan berhasil dikumandangkan di Negara Indonesia oleh para tokoh bangsa. Pasca peristiwa itu tentu dalam suatu negara pasti dibentuk alat kelengkapan negara. Baik presiden dan wakilnya, para menteri, TNI dan kelengkapan yang lainnya. Di sinilah peristiwa Majapahit kembali muncul. karena merasa tidak puas dengan pembagian jatah kekuasaan, akhirnya mereka yang merasa berjasa besar terhadap kemerdekaan berani memberontak pada negara yang mereka bela pada saat melawan bangsa penjajah.

Pasca reformasi peristiwanya juga hampir sama saja, mereka yang merasa berjasa pada saat reformasi berteriak lantang meminta jabatan di kekuasaan. Pasca pemilu juga hampir sama pasca pilpres mereka yang merasa berjuang di koalisi yang mendukung calon yang menang, berteriak secara lantang  meminta jabatan politik di pemerintahan, padahal presiden terpilih belum dilantik. Bukankah peristiwa yang terjadi sekarang ini sebenarnya peristiwa yang berulang-ulang dalam perjalanan sejarah bangsa.

Pertanyaannya, dimanakah para pejuang sejati negeri ini ada, dimanakah mereka? Sungguh jikalau masih ada merekalah yang patut dan pantas menjadi pemimpin kita, bukan para pencari jabatan apalgi pengemis jabatan. Lalu siapakah sebenarnya sosok pejuang sejati itu? Ini yang perlu menjadi renungan kita bersama. Apakah mereka yang ketika berjuang seolah-olah ikhlas namun setelah menang ternyata mengaku yang paling besar jasanya atau yang merasa paling pantas mendapatkan jabatan. Tentu bukan sosok seperti itu, Jika itu yang disebut sebagai pejuang sejati. Berarti negara ini masih dikuasai oleh segelintir orang yang merasa berjasa besar atau merasa pantas memangku jabatan.

Lalu pejuang sejati itu saeperti apa? Merekalah para pejuang yang sesungguhnya. Tidak hanya para pejuang kemerdekaan, akan tetapi pejuang-pejuang hidup yang menasbihkan amalnya demi kemanfaatan dan kemaslahatan umat, bangsa dan negara secara ikhlas dan rela tanpa merasa mengaku dirinyalah yang paling berjasa. Pejuang jenis inilah yang sebenarnya hanya mendamar bhaktikan hidupnya untuk menjalani perintah Tuhan Semesta Alam, Karena dialah Yang Maha Menguasai yaitu Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: