MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Partai Boleh Beda, Rukun Tetap yang Utama

Posted by marsaja pada Maret 19, 2009

Orang yang bijak adalah yang mampu belajar dari setiap pengalaman hidupnya. Orang yang mampu menyikapi setiap persoalan di sekitar kita agar jangan sampai kita terjerumus ke lubang yang sama. Anda boleh memilih di antara dua pilihan atau banyak pilihan namun jalan tengah (lurus) haruslah menjadi pegangan. Singkatnya kalau sekarang yang pas adalah Partai boleh beda, tapi rukun yang utama. Maksudnya ditengah pilihan partai yang begitu banyak plus para daftar calegnya tentu pilihan akan semakin beragam dan cukup menyulitkan sekaligus membingungkan kita. Hubungan kita dengan teman, tetangga atau saudara yang awalnya  baik kadang hanya karena pilihan politik beda urusan bisa runyam. Inilah yang perlu kita tekankan pada diri kita masing-masing agar jangan sampai  rasa  pertengkaran, perpecahan mempengaruhi pribadi kita. Sehingga yang muncul adalah kemudharatan dan kerugian pada semuanya. Kita berhak menentukan pilihan politik atau partai politik yang berbeda namun kerukunan adalah yang utama.

Contoh kecil saja adalah ketika pemilihan kepala desa, hanya gara-gara jagonya kalah maka dia benci atau merasa marah dengan tetangga yang kebetulan jagonya menang. Padahal sebelumnya ketika belum ada pilkades kita baik-baik saja. Nah kalau sudah begini dan begitu maka semuanya dirugikan yang menang kita mendapatkan apa, yang kalah juga dapat apa? Sama-sama rugi kan.

Oleh karena itu kita perlu mengantisipasi agar jangan sampai lakon kampanye sekarang ini jangan malah menimbulkan dampak yang negatif, seperti anarkhisme, kekerasan, pengrusakan, teror, pelanggaran lalu lintas, penistaan agama, dll. Apalagi ada yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menunggangi dengan kepentingan-kepentingan tertentu yang arahnya agar bangsa kita terpecah belah. Jangan sampai kita mau diperalat dan dijadikan korban konspirasi semua itu, tanpa kita mau untuk menyadarinya.

Segala macam perbuatan negatif diatas hasilnya hanya akan membuat hidup rakyat semakin menderita dan sengsara. Politik yang tujuannya sebenarnya mulia maka malah akan membuat politik itu sendiri nista dan rakyat yang diperalat dan dijadikan komoditas politik saja. Kalau kita mengaku warga negara yang baik dan cerdas, tentu perilaku kita harus mencerminkan kecerdasan pula. Ingat sebaik-baik hidup adalah jika kita rukun di atas semua golongan di negera ini, dalam lingkup kecil dilingkungan kita walau berbeda partai dan pilihan kita harus tetap mengedepankan kebersamaan dan kerukunan itu. sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: