MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Kader Politik Dadakan

Posted by marsaja pada Maret 19, 2009

Ada sebuah fakta baru yang terjadi dilingkungan daerah kami (mungkin hal ini juga terjadi di daerah anda, betul tidaaaaak?) fakta tersebut ternyata cukup menggelikan sekaligus memprihatinkan berkaitan dengan musim kampanye sekarang ini. Kalau di salah satu TV nasional sedang ramainya acara Dangdut Dadakan, maka kali ini yang mendadak atau dadakan ternyata adalah para petualang politik atau istilah kami adalah “Kader Politik Dadakan”. Kami bilang menggelikan sekaligus memprihatinkan karena dilihat dari latarbelakang orangnya tidak mencerminkan sama sekali orang yang paham tentang politik. Istilahnya mereka hanya ikut-ikutan berpolitik (mumpung musim kampanye kaliii…) di sana sini orang sibuk menjadi petualang politik (ha…ha….ha…, anda termasuk tidak yaaa!)Yang lebih menggelikan adalah mereka seolah-olah sangat memahami proses politik dan pencalegan, walaupun pada dasarnya sebagai warga negara kita mempunyai hak pilih aktif (memilih) dan hak pilih pasif (dipilih). Mereka berkoar-koar bahwa Caleg yang didukungnya adalah yang terbaik dan pantas untuk di coblos (maaf dicontreng yang betul), mereka akhirnya menjadi jurkam tingkat lokal (RT/RW) tentunya dengan janji-janji manis (mudah-mudahan tidak palsu). Mereka bahkan menawari iming-iming materi agar semakin dipercaya dan tentunya calegnya dipilih.

Sedangkan yang memprihatinkan adalah ternyataaaaa para kader politik dadakan tersebut tidak hanya mendukung salah satu caleg, namun beberapa yang penting ada bukti nyata. Bahkan yang sehari-harinya kelihatan taat beribadah ternyata juga ikut-ikutan menjadi kader juga, hebohnya mereka mau saja menjadi kader untuk beberapa caleg dari partai yang berbeda, yang penting menguntungkan dia (dia sadar ngggak ya ketika beribadah, bahwa kita harus berbuat adil dan jujur) mungkin ketika sembahyang khusu’ akan tetapi ketika menerima uang atau materi dari para caleg supaya dia menjadi kader politik dia mungkin lupa sama Yang Maha Esa, sehingga ketika menerima uangnya ibadahnya tidak berpengaruh pada dirinya.

Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah pasca pemilu nanti, kami khawatir kalau ternyata calon yang ia dukung kalah sedangkan yang didukung kader lain menang, akhirnya hubungan pertemanan, persaudaraan, tetanggaan, atau hubungan lainnya bis berantakan alias hancur hanya gara-gara beda dukungan dan calonnya kalah atau menang (semoga tidak terjadi yaaa!).

Jadi, sebagai warga negara yang baik, maka anda sudah selayaknya menjadi obor bagi penerang dikegelapan, menjadi air ketika orang lain kehausan, dan menjadi pohon yang rindang ketika kepanasan. Sudah saatnya anda-anda yang memahami tentang politik untuk memberikan penjelasan kepada saudara, teman dan mungkin tetangga anda bahwa ini adalah proses demokrasi yang biasa terjadi di negeri ini. Jangan sampai kepribadian kita gadaikan hanya untuk kepentingan politik sesaat, terlebih kerukunan kita terganggu, sekali lagi jangan sampai. Prinsip-prinsip demokrasi harus kita jaga, yang penting kerukunan harus tetap kita jaga dan juga persatuan dan kesatuan bangsa harus kita pertahankan, setuju tidak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: