MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Bersikap Bijak dalam Era Kampanye

Posted by marsaja pada Maret 19, 2009

Pada pekan-pekan ini, di seluruh wilayah Indonesia sedang ramainya aktivitas kampanye berbagai partai politik dan caleg, baik dari unsur DPR maupun DPD. Demikian juga fenomena nuansa kampanye tersebut juga terjadi di daerah kami yang mana hari-hari ini sangat banyak sekali tawaran-tawaran dari para caleg agar mereka dipilih tentunya dengan embel-embel seperti pembagian kaos, sembako, ziarah wali gratis, rekening listrik akan dibayar sampai akan dijanjikan diberi amplop.

Pertanyaannya, Jika anda di rumah didatangi para kader partai/caleg yang akan mengajak anda agar memilihnya dengan memberi amplop yang berisi uang sekitar 10 ribu atau 20 ribu, bagaimana sikap anda? Menerima atau Menolak? Kalau kita langsung menerima amplop itu maka tentu ada konsekuensi, yaitu memilihnya. Jika kita langsung menolaknya, mungkin orang yang memberi amplop akan tersinggung dan marah. Maka jadinya kita serba salah, kalau menerima kesannya harga kita kok murah, tapi kalau menolak kesannya kita kok sok suci gitu.

Ini ada sebuah pendapat yang tentu saja anda boleh ikut sumbang saran agar pendapat kita juga bisa dijadikan patokan atau dasar oleh rekan, saudara atau tetangga anda. Sebelum anda bersikap sebijak mungkin, langkah-langkahnya adalah Pertama Hal itu harus dikembalikan pada hukum yang berlaku dinegara ini bahwa azas pemilu adalah LUBER + JURDIL, Langsung Umum Bebas dan Rahasia serta Jujur dan Adil. Nah kalau anda sudah memahami azas pemilu khususnya pada azas RAHASIA, tentu anda bisa berpijak pada dasar tersebut. Anda punya hak dan kewajiban politik. Anda mutlak punya hak politik yang sifatnya rahasia dan itu dijamin oleh Undang-Undang yang berlaku di negara kita. Hak anda sangat terjamin dan tergantung dari suara hati anda untuk menentukan pilihan. Anda pegang teguh prinsip itu sehingga anda akan menjadi orang yang termasuk tidak hanya asal ikut-ikutan tapi ikut karena punya dasar.

Kedua, jika anda harus memilih menerima atau menolak amplop itu, sebelumnya anda tanyakan dulu sudah ikhlaskah para kader partai/caleg tadi dalam memberikan amplop, disinilah letak bijak itu yang sebenarnya. Karena kalau diberikan dengan ikhlas maka hal ini tidak akan beresiko apa-apa  dan pada siapa-siapa, karena kalau benar-benar ikhlas justru akan menjadi pahala. Jika yang memberi tadi ternyata punya embel-embel maksud lain, maka anda masih punya hak untuk bertanya lagi, misalkan “Apa tidak murah partai/caleg anda kalau hanya dihargai 10 ribu, 20 ribu atau 50 ribu, semurah itukah harga anda?” dengan pertanyaan itu tentu para kader tersebut akan berpikir ulang lagi untuk menawari anda. Jika kita langsung menerima begitu saja tanpa punya sikap yang tegas dan jelas maka kesannya harga diri kita kok hanya dihargai 10 ribu atau 20 ribu atau mungkin sembako.

Ketiga, dengan mengambil jalan tengah tadi maka tentunya orang yang menawari anda tadi akan segan kepada anda. anda juga bisa bertanya lebih jauh lagi kepada para kader tentang jati diri caleg yang didukungnya, sehingga anda benar-benar tidak salah pilih (hanya karena kurang informasi tentang caleg tersebut). Kalau ternyata dia tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan maka anda sudah sepatutnya untuk memberika pencerahan kepada para kader tadi agar dia tetap mempunyai prinsip atau punya dasar dalam berpolitik, sehingga ketika kelak dia menjadi caleg tentunya dia akan mempunyai dasar yang kuat dan tidak hanya asal ikut-ikutan saja apalagi mengkhianati rakyat yang notabene adalah para pemilihnya.

Keempat, Pada dasarnya karena azas pemilu adalah rahasia, coba anda pikir dengan cermat jika anda ikut kampanye secara terbuka apakah anda masih dapat dikatakan berpegang pada azas rahasia tadi? Rasanya saya kok menyangsikan jika anda menyadari prinsip kerahasiaan tersebut tapi anda secara terbuka ikut-ikutan kampanye yang justru itu akan membuka rahasia anda dan mengabarkan pilihan anda. Namun jika anda masih mengingkari prinsip ini maka jangan-jangan yang ikut kampanye tadi hanya sekedar memanfaatkan kesempatan untuk mencari materi sebanyak-banyaknya (uang, kaos, sembako atau yang lainnya).

Kelima, anda berhak menentukan pilihan anda berdasarkan hak aktif politik anda, tanpa campur tangan atau pengaruh dari siapapun. saran kami anda tetap berhak menggunakan hak pilih anda dan anda berhak memilih yang anda sukai, tentunya dengan dasar dan informasi yang sebenar-benarnya. Sehingga kita juga akan termasuk sebagai warga negara yang baik dan tidak hanya asal ikut-ikutan saja atau tetap mempunyai dasar berpijak. Dan ditengah kondisi yang seperti sekarang ini kita tetap mendapatkan pencerahan dan mampu bersikap bijak dalam situasi apapun dan bagaimanapun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: