MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Posisi Tuma’ninah dan Istiqomah

Posted by marsaja pada Maret 11, 2009

Dalam beribadah kita sering mendengar istilah Tuma’ninah dan Istiqomah, khususnya dalam syariat sholat. Jika kita menginnginkan sholat kita semakin berkualitas (khusu’) maka syarat tuma’ninah dan istiqomah harus kita penuhi. Dalam pengertian umum tuma’ninah sering diartikan berhenti sejenak sedangkan istiqomah artinya ajeg atau waktunya tetap. Namun disini kami akan mencoba untuk memahami lebih dalam lagi pengertian hakikat tuma’ninah dan istiqomah tersebut, yang intinya jika kita mampu menerjemahkan pengertian tersebut, maka kualitas sholat kita semakin meningkat dan sholat menjadi semakin ikhlas.Kami akan berusaha memahami istilah tersebut malalui sisi lain yaitu dengan gambaran seperti orang ketika makan. Ketika mengunyah makanan itulah hakikat tuma’ninah, yang mana ketika mengunyah tentu agar kita merasa nikmat syaratnya adalah mengunyah dengan wajar, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat, namun yang sewajarnya. Seperti dalam syariat gerakan sholat tentunya tuma’ninah disini maksudnya adalah ketika gerakan sholat hendaklah yang sewajarnya, tidak usah buru-buru/tergesa-gesa ataudibuat selambat-lambatnya, yang paling pas adalah dengan gerakan yang sewajarnya, tertib atau dalam pengertian umum diistilahkan berhenti sejenak. Sholat yang dilaksanakan secara terburu-buru akan mengesankan kita kurang menikmati sedangkan yang terlalu lama akan membuat hati kita kadang kurang ikhlas, maka harus dirasakan posisi yang pas itu seperti apa.

Sedangkan gambaran istiqomah, seperti ketika orang sedang makan dan makanan tersebut setelah dikunyah baru ditelan jadi rasanya semakin nikmat, seperti itulah makna hakikat istiqomah yaitu kita mampu merasakan makna sholat tadi dengan perasaan yang senikmat-nikmatnya sehingga dalam pengertian umum artinya ajeg, maksudnya karena kita mampu merasakan nikmat sehingga kita akan semakin penasaran untuk selalu rindu pada saat mendirikan sholat, sehingga waktu mengerjakan sholat kita tambah ajeg, merasa nyaman, senang, bahagia.

Dan yang penting lagi sebenarnya hakikat tuma’ninah dan istiqomah tadi bisa kita terapkan tidak hanya pada saat kita menjalankan syariat sholat saja, namun yang lebih luas lagi adalah dalam mendirikan sholat pada kehidupan sehari-hari yang mana berbahagialah orang yang mendirikan sholat pada hidupnya dalam keadaan tuma’ninah dan istiqomah atau istilahnya khusyu’.

2 Tanggapan to “Posisi Tuma’ninah dan Istiqomah”

  1. Zuhrias said

    Artikelnya mantap… Makin nambah kenyamanan dlm beribadah… ^_*

  2. Mas Har Dungmiri said

    Mau belajar lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: