MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Ilmu Sepeda

Posted by marsaja pada Maret 10, 2009

Ada sebagian manusia yang kadang sulit untuk memahami sebuah konsep hidup yang seharusnya. Di antara kita mungkin ada yang masih kurang jelas untuk memposisikan konsep hidup di dunia ini, yang pas itu seperti apa dalam hal memahami antara menjalani hidup di dunia dengan mempersiapkan hidup di akhirat. Ada yang bilang untuk memahami itu kita bisa melihat pada kehidupan Pak Tani (jika menanam padi maka akan dibarengi dengan rumput, sedangkan jika menanam rumput maka tidak mungkin akan tumbuh padi) artinya jika kita ingin mengutamakan akhirat maka dunianya akan ikut, sedangkan jika kita mengutamakan dunia, maka belum tentu akhiratnya ikut.Nah, dalam memahami konsep hidup di dunia ini agar lebih mudah diresapi kita bisa mengaca pada ilmunya sepeda. Cobalah anda amati dengan seksama apa-apa yang bisa kita ambil ilmunya dari sepeda tersebut.

Pada sepeda tentu ada roda depan dan roda belakang, posisinya jangan sampai roda belakang menyalip roda depan, maksudnya jangan sampai kepentingan dunia kita mengalahkan kepentingan akhirat. Jikalau sampai mengalahkan kepentingan akhirat tentunya tidak pas posisinya. Kedua kita bisa mengayuh sepeda karena kita duduk pada sadelnya, posisi sadel ternyata berada di atas bayangan sepeda, sedangkan bayangan sepeda tepat berada diantara roda depan dan belakang, Maknanya kita harus tepat memposisikan diri kita. Kalau kita tepat berada diatas roda belakang maka resikonya kita akan tergilas oleh roda, dunia akan menggilas kita, dunia akan menguasai kita, kita akan diperbudak oleh nafsu dunia. Namun jika kita duduk diatas sadel maka artinya kita duduk pada tempat yang pas yaitu pada bayangan sepeda, kita duduk pada falsafah kehidupan ini, karena orang yang memahami hakikat falsafah hidupnya maka hidupnya akan tenang, nyaman senikmat dia mengayuh sepeda.

Ketiga kalau  kita ingin mengayuh sepeda maka pedalnya harus dipancal, pedal artinya (cepet budal) segera berangkat, segera bergerak agar sepedanya bisa segera jalan. Kalau anda mempunyai niat atau hajat maka segeralah bergerak (aktif) agar tujuan hidup anda segera tercapai, ya apa tidak?

Keempat kalau naik sepeda yang dipegang adalah setir kanan dan setir kiri, namun yang dipikirkan adalah tengahnya. Artinya didunia ini kita harus mengakui bahwa ada kanan ada kiri ada kebaikan ada kejelekan, ada yang baik ada yang buruk, namun yang harus kita jadikan pedoman adalah tetap pada angan-angan yang ditengah, yakni tetap pada posisi jalan yang lurus (Ihdinash shiroothol mustaqiim) tunjukilah kami jalan yang lurus. Jadi walaupun yang dipegang setang kanan dan juga kiri namun hati kita tetap yakin pada jalan yang lurus yaitu jalan yang selamat atau nikmat, agar kalau kita bersepeda jalan kita seimbang dan berjalan lancar serta nyaman.

Kelima kalau bersepeda kita harus wajar, kalau terlalu pelan maka akan lama sampainya, namun kalau terlalu cepat, maka tenaga kita yang akan cepat habis. Maksudnya kalau menjalani hidup ini hendaklah yang sewajarnya janganlah terlalu santai (pasif) dan janganlah terlalu ekstra/overlaping, maka tenaga anda akan cepat habis dan resikonya berbahaya dong.

Keenam pada sepeda dilengkapi juga dengan rem, maksudnya adalah jika kita bersepeda melewati jalan yang berbahaya, seperti turunan atau beloka maka sewaktu-waktu kita harus teta waspada dan sigap untuk mengerem. Maknanya disini ada kalanya alam hidup ini kita harus waspada untuk menahan hawa nafsu kita, nafsu jangan terlalu diumbar bisa membahayakan diri sendiri apalagi orang lain, iya kan!

Sebenarnya masih banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari ilmunya sepeda, kalau anda teliti dalam memahami bagian-bagian sepeda, namun kami berharap mudah-mudahan sedikit penilaian ini dapat membantu anda memahami konsep hidup utamanya dalam memahami memposisikan antara mengejar dunia dan akhirat harus benar-benar teliti dan jeli selembut shiroothol mustaqiim. Sehingga anda akan dapat menikmati hidup anda, bukan malah diperbudaj dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: