MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Kasih Sayang yang sebenarnya

Posted by marsaja pada Februari 13, 2009

Pada hari ini, mungkin saja di seluruh penjuru dunia akan merayakan hari kasih sayang atau Valentine. Banyak perdebatan yang muncul seputar tema tersebut. ada yang pro dan juga ada yang kontra tentunya, dengan masing-masing dalih dan argumentasi yang kuat. Disini kami tidak akan ikut berdebat masalah Valentine tersebut. Namun kami hanya merasa terpanggil untuk menyumbangkan ide kami berkaitan dengan “Kasih Sayang” yang sebenarnya.Kami berpendapat, jika yang kita gunakan adalah untuk ukuran manusia, maka seharusnya manusia secara naluri tidak bisa terlepas dari sifat kasih sayang itu sendiri. Namun, kenapa justru kebanyakan sekarang yang terlihat adalah kehidupan model  jahiliyah. Kekerasan dan kekejaman nampak dimana-mana dan semuanya yang bertindak adalah manusia.

Apa mereka lupa pada jati dirinya sebagai manusia yang seharusnya sangat menjunjung harkat, martabat, dan nilai-nilai luhur sebagai manusia. Itulah yang sepatutnya menjadi renungan pribadi kita sendiri. Benarkah kita sudah bertindak atas nama manusia yang sebenarnya penuh kesempurnaan dan kumuliaan. Jikalau memang manusia itu sendiri sudah atau tidak menyadari hakikatnya sebagai kholifah di bumi ini maka tentu kita harus merenung kembali pada diri kita apakah pantas kita disebut sebagai manusia.

Lalu bagaimana jika yang muncul adalah sifat atau perilaku seperti yang ditunjukkan oleh masyarakat kita sendiri. Kekerasan merajalela, pertengkaran dan konflik terjadi dimana, tawuran masal terjadi, dllMungkin saja mereka lupa pada jati dirinya dan yang mereka gunakan adalah unsur binatang atau justru iblis yang mereka anut.

Nah, bagi kita yang masih menyadari dan memahami jati diri kita sebagai manusia maka sudah selayaknya anda berperan sebagai manusia sejati yamau dan bersedia menebarkan benih-benih kasih sayang kapan dan dimanapun anda berada, itulah hakikat kasih sayang yang sebenarnya. Benar-benar mengasihi dan menyayangi sesama makhluk, karena pada dasarnya agama kita mengajarkan untuk menjaga tali silaturohim dan berkasih sayang, tanpa harus menunggu hari kasih sayang, karena yang setiap saat berkasih sayang terhadap sesama justru itulah termasuk manusia yang mulia dan menyadari sebagai manusia yang sempurna dan mulia.

Benar

Satu Tanggapan to “Kasih Sayang yang sebenarnya”

  1. dwi said

    emz rasa sayang berarti mempunyai arti yang besar dalam kehidupan ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: