MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Menyikapi Tragedi Palestina

Posted by marsaja pada Januari 4, 2009

Kita sebagai sesama umat manusia dan juga sesama umat Islam mungkin saat-saat ini merasa prihatin dengan kejadian serangkaian aksi militer Israel terhadap Palestina. Berkat ulah agresi Israel tersebut banyak mengakibatkan korban jatuh berguguran, baik korban meninggal, luka berat maupun ringan, khususnya di pihak Palestina. Yang lebih tragis lagi korban-korban tersebut justru yang paling banyak adalah dari kalangan warga sipil, baik ibu-ibu maupun anak-anak yang tidak berdosa. Mereka harus menanggung akibat kebiadaban manusia yang sudah tidak mempedulikan hakikat sebagai manusia. Kita sebagai warga negaran Indonesia, bagaimana menyikapi kejadian yang ada di palestina tersebut?Menurut pendapat kami, boleh-boleh saja anda bersikap peduli terhadap kejadian yang menimpa di Palestina, namun sebagai pedoman untuk bersikap terhadap peristiwa yang terjadi seperti yang ada di Palestina, maka sebaiknya kita “Jangan Sampai Melampiaskan Hawa Nafsu” itu yang menurut hemat kami penting untuk dimengerti. Karena apa?, kalau sikap kita hanya untuk  memperturutkan hawa nafsu semata, maka hasilnya pun akan percuma saja. Bukan malah membantu saudara-saudar yang ada di Palestina, namun justru nanti bisa menjadi bumerang bagi kita sendiri.

Oleh karena itu, kalau anda sudah mempunyai pedoman untuk melangkah maka sikap yang akan anda ambil setidaknya tetap berpegang pada jalan yang lurus. Coba anda pikir, jika nada bersikap dengan dasar rasa marah atau benci maka sikap yang dihasilkanpun juga paling tidak akan bernuansa marah dan benci, inilah yang menurut kami kita harus berusaha tetap bijak untuk menyikapi apapun. Jangan sampai niat yang menggelora dari kita untuk menyikapi kejadian yang ada di Palestina tersebut justru akan tercampuri dengan niat-niat lain.

Misalnya saja, karena sekarang ini lagi musim kampanye, maka aksi-aksi seperti menolak agresi militer Israel digunakan sebagai kampanye terselubung, yang endingnya hanya digunakan untuk mendapatkan popularitas semata, agar pemilu kelak perolehan suaranya akan meningkat. Terlepas mengakui apa tidak apakah niatnya kampanye atau bukan, maka niat aksi demonstrasi harus benar-benar ditata agar tetap suci dan jauh dari unsur-unsur untuk mencari keuntungan semata.

Selanjutnya bila itu disikapi dengan cara penggalangan dana untuk membantu mereka, itu boleh-boleh saja asal diniatkan tulus karena Allah. Namun sebelum anda membantu saudara yang sebenarnya jauh dari tempat anda, maka sebaiknya anda harus peka terhadap kondisi di lingkungan anda. Bukankah bangsa kita sendiri sebenarnya masih banyak juga yang membutuhkan bantuan kita, terutama mereka yang sangat membutuhkan. Misalnya  orang yang tidak mampu membeli bahan sembako, orang yang tidak mampu berobat kerumah sakit, orang yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya, atau mereka para korban bencana alam yang ternyata sampai sekarang justru korbannya semakin bertambah parah dan sangat membutuhkan bantuan kita. Bukankah mereka sendiri yang seharusnya menjadi perhatian kita.

Yang perlu dicermati lagi adalah adanya niat sebagaian masyarakat kita yang membuka calon relawan perang agar mereka bisa dikirim ke Palestina yang katanya akan membantu di palestina. kami hanya berharap jangan sebelum anda memutuskan kesana maka sebaiknya harus dipikirkan lebih dalam lagi. Sudahkah mereka bisa berpikir mampu mengendalikan hawa nafsunya, karena pada dasarnya perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsunya sendiri. Mereka tentu harus mempertimbangkan lagi, apakah niat ingin berperangnya suci atau hanya berdasarkan kebencian semata. Termasuk bagi kalangan yang berniat membuka posko pendaftaran jihad, maka mereka sebenarnya berani berangkat sendiri atau tidak?

Perlu dilihat lagi lebih jernih sebenarnya permasalahan disana itu akarnya apa, itu harus kita pahami dulu baru menentukan sikap selanjutnya. Jangan sampai kita hanya ikut-ikutan saja tanpa mengerti kejadian yang sebenarnya. Ini penting karena kalau kita bertindak tanpa dengan dasar yang benar, maka hasilnya bisa berantakan. Coba dilihat kenapa di wilayah tersebut selalu terjadi konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel. Mengapa bangsa-bangsa Arab yang sebenarnya paling dekat justru bersikap seperti itu. Jangan sampai kita sebagai warga negara Indonesia tanpa kita sadari justru mencampuradukkan masalah ini dengan menyeret bangsa kita, apakah nanti  tidak semakin runyam urusannya.

Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap. Ini hanya sumbang saran dari kami, apakah anda setuju atau tidak itu sebenarnya terserah keinginan anda, namun yang harus anda pahami disini adalah jangan sampai kita saling mengecam, menyalahkan pihak manapun termasuk pemerintah, menjelek-jelekan sesama umat muslim dengan alasan kurang peduli dan sebagainya. karena jika nada masih suka mencela orang lain, berati anda kurang bjak dalam menyikapi setiap persoalan.

Menurut kami, tidak ada salahnya jika kita sekarang justru “Puasa” Mari kita tahan hawa nafsu kita agar tetap terkendali. Jangan sampai sikap kita lahir dari karena kita kurang paham dan hanya melampiaskan hawa nafsu, sehingga sikap yang dilahirklan nanti kurang bijak. Berpuasa dari mencela orang, berpuasa dari terlalu gampangnya kita menyalahkan orang lain atau hanya pintar mencari kambing hitam. Jangan kau tutupi ketidakberdayaanmu dengan mencari-cari kelemahan orang lain atau malah menghujat pemerintah kurang respon atau segala macamlah. Mari sikap itu kita tanamkan mulai dari diri kita sendiri kalau perlu orang lain kita ajak musyawarah agar kita senantiasa dimampukan untuk selalu bersikap bijak terhadap persoalan atau peristiwa apapun, baik disekitar kita atau yang jauh sekalipun. Karena dekat atau jauh sebenarnya itu hanya masalah tempat, namun kalau kita paham bagaimana setiap bersikap itulah yang akan menenangkan dan menyelamatkan anda. Monggo mas sekali lagi kita Berpuasa dulu, apalagi sekarang ini masih dalam suasana tahun baru Muharram, maka sudah sepantasnya kalau berpuasa “asyura. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Satu Tanggapan to “Menyikapi Tragedi Palestina”

  1. Gus Dur said

    Download Software AL-QUR’AN Pro Ver. 3.0
    Al-Qur’an lengkap 30 juz ( 114 Surat + teks & terjemahan (Arab/English/Indonesia))
    Tafsir Quran Lengkap, Penunjuk waktu sholat, 21 bahasa terjemahan Al-Quran, Al-Qur’an Audio with Voice of Shaikh Sudaish (Imam Mecca).
    Download Gratis Sekarang . Link Download http://www.ziddu.com/download/3082887/Al-QuranProVer.3.0.exe.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: