MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Jangan Melampaui Batas

Posted by marsaja pada Desember 30, 2008

Menjelang tahun baru 2009 yang sebentar lagi bergulir, di seluruh penjuru dunia akan merayakannya dengan meriah, termasuk di Indonesia juga di lingkungan kita masing-masing. Kami melihat masyarakat mulai merencanakan berbagai acara baik yang berskala besar maupun kecil. Mulai dari acara keluarga sampai acara yang kelihatan glamour dan meriah banyak diselenggarakan oleh berbagai komunitas masyarakat kita. Ada yang memaknainya dengan positif namun ada juga yang negatif. Ada yang ingin hura-hura namu disisi lain ada sebagian yang mau merefleksikan hidupnya, apakah selama setahun yang lalu hidupnya sudah baik atau masih buruk, untung atau rugi, bermanfaat atau merugikan. Lalu bagaimana dengan sikap kita? Hidup ini adalah pilihan, Anda berhak menentukan baik/untung atau buruk/rugi. Itu semua sebenarnya sesuai dengan keinginan anda sendiri, karena pada dasarnya baik dan tidaknya keinginan anda, itu semua tergantung niat dan kesungguhan anda. Namun disini kami mencoba untuk berdiskusi kepada anda sebenarnya yang dimaksud baik dan menguntungkan itu bagaimana? Fakta yang ada menunjukkan bahwa dari tahun-ke tahun setiap adanya peristiwa pergantian tahun baru, kebanyakan dirayakan dengan meriah, glamour dan penuh hura-hura. Tua, muda sampai anak-anak juga melakukan hal sama. Mulai dari pejabat sampai rakyat juga tidak ketinggalan untuk menyambutnya.

Di Hotel, di jalan, di pantai, di rumah semua antusias untuk merayakannya. Di sudut-sudut jalan, di tempat-tempat strategis lainya juga tidak luput dari acara-acara penyambutan tahun baru. Di tempat-tempat hiburan atau wisata juga tidak kalah untuk menyambut dengan berbagai acara yang menggoda masyarakat.

Acara-acara yang diselenggarakan  juga bervariasi. Mulai acara pertunjukkan berbagai aliran musik secara live, games, kuis, pentas kesenian tradisional, sulapan, berbagai atraksi, dll. Mulai acara makan-makan, minum-minum, nongkrong di cafe, duduk-duduk di pinggir jalan atau sekedar bercengkrama ngobrol ngalor ngidul tanpa tema yang jelas untuk dibahas. Ada yang merayakannya juga dengan pesta semalam suntuk, berdansa. Dan biasanya pada puncaknya yaitu tepat jam 12 malam, saat pergantian tahun akan ada acara puncak yaitu atraksi kembang api atau mungkin petasan, sehingga suasana malam tambah semarak.

Itu tadi sekilas gambaran suasana menjelang tahun baru. Namun, kita sebagai manusia yang dianugerahi seharusnya bisa berpikir dengan cerdas. Kita boleh senang dan merayakannya, namun “Jangan sampai melampaui batas” Kita pun tidak dilarang bersedih, namun juga jangan berlarut-larut, intinya semua ada takarannya, ada ukurannya.

Nah, manakah yang termasuk perbuatan yang melampaui batas. Di antaranya, merayakan suatu momen dengan berlebihan, seperti merakan tahun baru dengan perbuatan yang melanggar etika. Contoh minum boleh, namun yang tidak sesuai etika jika dengan minum-minuman keras. Bergaul boleh, namun harus paham etikanya, jangan terjebak dengan pergaulan bebas sampai seks bebas (padahal semua ada aturannya lhooo).

Berkendara di jalan raya boleh dengan tetap memperhatikan peraturan lalu lintas, jangan mentang-menatng merayakan tahun baru, gayanya lupa aturan, menganggap di jalan bebas tanpa aturan, sehingga disikapi dengan semena-mena akhirnya tidak mempedulikan lagi pak polisi, asal serobot saja, inilah yang akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Makan boleh hanya sekedar untuk merayakan, namun yang tidak pas adalah jika memakan sesuatu yang mengakibatkan justru tubuh kita rusak, Makannya secara berlebihan tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh.

Yang lebih penting lagi adalah merayakan hidup itu boleh-boleh saja kalau diniatkan dengan bersyukur, namun kalau menyikapinya dengan berlagak lupa pada tugas pokok kita sebagai hamba yang seharusnya tetap harus ingat kepada yang Menciptakan kita, kenapa. Karena biasanya orang yang dilanda kesenangan kebanyakan lupa pada Tuhannya, sehingga seolah-olah hidup ini penuh kebebasan, oleh karena itu banyak yang pura-pura lupa sehingga hidupnya benar-benar bebas tanpa aturan. Bebas melakukan apa saja, sudaj tidak peduli lagi pada agama yang dipegangnya, pada norma yang dihormatinya. Beda ketika kita sedih baru ingat kembali pada Yang Maha Kuasa.

Jadi, Bapak/Ibu, saudara, rekan dan teman sekalian mari kita sikapi tahun baru ini dengan yang sewajarnya dan kita berusaha berpikir dengan lebih cerdas. Apakah perbuatan kita termasuk yang cerdas atau melampaui batas. Pikirkan lagi manfaat dan madharotnya, untung dan ruginya, baik dan buruknya. Karena semakin anda teliti berpikir maka anda akan semakin merasakan manfaatnya. Jangan menyesal dikemudian hari, karena penyesalan biasanya datang belakangan. Dampak dan akibatnya benar-benar sudah kita hitung atau belum kalau anda melakukan sesuatu.

Apakah bapak/Ibu, saudara sudah berpikir kembali, jika anak anda akan melakukan perbuatan, yang sebenarnya mereka kurang paham akibatnya. Apakah orang tua tidak akan merasa rugi jika ternyata anak anda melakukan pergaulan bebas yang arahnya menjadi seks bebas. Apakah orang tua tidak akan menyesal kelak, jika ternyata anaknya terlanjur minum-minuman keras padahal dampaknya sangat membahayakan tubuh. Apakah orang tua tidak akan bingung jika anaknya akan terbiasa pada kehidupan malam, sehingga akan melemahkan semangat mereka seperti semangat belajar, semangat berjuang, beribadah, dll.

Jadi, sebagai orang tua sudah selayaknya untuk untuk berhati-hati dan tetap berpikir positif untuk menyikapi setiap momen apapun termasuk momen di tahun baru ini. Kalau memang orang tua menginginkan kebaikan, maka orang tua harus bertanggung jawab agar anaknya tetap berlaku baik dan belajar menjadi orang baik. Lebih jelas tirulah contoh kehidupan dari falsafah kehidupan ayam. Jadi, marilah kita sikapi hidup ini jangan sampai  menjadi melampaui batas, akhirnya kita lupa pada norma-norma, lupa pada jati diri kita sebagai manusia yang bermartabat dan menjujung adabiyah. Semoga diskusi ini berguna bagi siapa saja yang menginkan setiap kebaikan dalam hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: