MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Refleksi Akhir Tahun

Posted by marsaja pada Desember 25, 2008

Di penghujung tahun ini, kita akan menjumpai dua tahun baru sekaligus, yaitu Tahun Baru Hijriyay 1430 H dan Tahun Baru Masehi 2009. Benar-benar istimewa sekali. Namun bagi kita sebenarnya yang terpenting adalah sejauh mana kita mampu merefleksikan peristiwa setahun kemarin, utamanya bagi kualitas keimanan kita dan kemanfaatan pribadi kita. Apa yang bisa kita jadikan pelajaran dari kejadian-kejadian setahun yang lalu. Itulah yang seharusnya menjadi renungan kita. Bagaimana penyikapan kita terhadap peristiwa tahun baru yang sebentar lagi akan datang?Kami disini hanya mencoba untuk membaca dan memotret menurut cara pandang kami terhadap fakta adanya pergantian tahun. Ada sebuah kebiasaan yang dilakukan masyarakat kita juga di dunia ini. Biasanya untuk menyambut datangnya tahun baru, masyarakat kita menyambut dengan antusias sekali. Ada yang meniup terompet, menyalakan kembang api, petasan, ada juga yang keliling di jalan-jalan protokol sambil ramai-ramai meniup terompet. Mereka meluapkan kesenangannya bersama-sama menjelang malam tahun baru. Disisi lain ada masyarakat yang mengadakan acara jagongan sambil bermain kartu atau sekedar makan makanan ringan. Di tempat lain ada yang berdiskusi sebaiknya apa yang harus dilakukan agar tahun baru menjadi lebih cerah.

Kita sebagai manusia yang diberi kelebihan akal dan pikiran, sudah sepatutnya merenungkan secara mendalam tentang peristiwa di akhir tahun ini. Apakah kita hanya sekedar merayakan seperti yang dilakukan orang kebanyakan. Resikonya cukup besar, cukup banyak kejadian yang memperihatinkan bagi kita. Karena keasyikan jalan-jalan merayakan akhir tahun dan menjelang tahun baru, mereka lupa akan kewaspadaan sehingga banyak yang jatuh korban kecelakaan, baik luka ringan, berat sampai ada yang meninggal dunia, apa tidak kasihan kalau kejadiannya seperti itu.

Oleh karena itu, merayakan kesenangan boleh saja. Kita berbagai kegembiraan boleh-boleh saja, baik dengan saudara, teman, atau rekan kerja kita. Namun yang patut dipahami adalah jangan sampai semua yang kita lakukan justru malah melampaui batas. Karena sesuatu yang melampaui batas akan sia-sia.

Yang patut kita renungkan adalah apakah selama ini yang kita kerjakan sudah sesuai yang kita harapkan. Sejauh mana apa yang kita lakukan bermanfaat bagi kita, saudara dan yang lainnya. Apakah perbuatan kita sudah sesuai aturan yang berlaku atau justru melanggar ketentuan. Apakah kita lebih banyak berbuat kebaikan atau justru kesalahan yang kita tanam. Apakah kita semakin banyak mempunyai relasi teman atau justru malah musuh dan lawan. Apakah yang kita amalkan berguna bagi diri sendiri saja atau berguna bagi yang lain. Itu adalah sebagian salah satu yang bisa kita renungkan bersama untuk kemudian dapat kita jadikan pegangan agar langkah-langkah kita mendatang menjadi lebih baik.

Dari refleksi tadi, diharapkan memunculkan semangat baru (berarti selaras dengan nuansa tahun baru dong). Memunculkan sifat positif bagi kita. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang selama ini masih kita kerjakan, mudah-mudahan dapat kita perbaiki menjadi kebiasaan-kebiasaan yang mulia dan mampu menjadi karakter yang kuat bagi pribadi kita.

Jangan sampai apa yang kita lakukan ternyata masih merugikan diri sendiri dan orang lain. Kita boleh untung namun kalau bisa orang lain juga dapat merasakan keuntungan kita. Jangan lagi menebar racun , tapi tebarlah madu kehidupan. Sudah banyak di negeri ini orang yang berbuat merusak, jadi andalah yang layak untuk memperbaiki dan merawatnya kembali supaya menjadi indah negeri ini. jadikan tempat kita, rumah kita, lingkungan kita menjadi tempat yang teduh dan nyaman untuk tinggal baik secara fisik maupun psikologis. Hati-hatilah kalau berbicara, kalau merasa tidak pantas apa yang akan disampaikan lebih baik  kita diam. Namun jika yang kita sampaikan dapat bermanfaat bagi orang lain, dapat membantu yang membutuhkan maka sebaiknya anda jangan pelit untuk berbagi walaupun hanya berupa nasehat. Karena kebaikan dan kemuliaan yang kita tanam, maka kemanfaatannya akan berbailk kepada kita kembali.

Jadi, selamat merefleksikan akhir tahun dan menyambut semangat baru dan sikap baru di awal tahun. Selamat Tahun Baru Hijriah 1430 dan Tahun Baru Masehi 2009. Mudah-mudahan umur kita bertambah dan dapat kita maknai yang akhirnya mampu memberikan kemanfaatan bagi diri, saudara dan orang lain, termasuk bagi negara kita. Amiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: