MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

3 Pedoman untuk Menikah

Posted by marsaja pada Desember 25, 2008

Pada hari ada teman yang menyampaikan oleh-olehnya khususnya tentang konsep menikah. Teman kami bilang bahwa orang yang menikah hendaknya mempunyai tiga pedoman sehingga diharapkan pernikahannya kelak sampai pada tingkatan sakinah,  mawaddah, dan warrahmah. Teman kami bilang ketiga  syaratnya bagi calon pengantin adalah Pertama, Kalau laki-laki harus benar-benar laki-laki dan jika perempuan maka harus perempuan. Kedua, Harus sama-sama hidup. Ketiga, harus sama-sama manusianya (sebangsa). Tanpa bertanya lebih lanjut apa maksud dari ketiga hal, maka kami untuk memaknainya, mudah-mudahan kami dimampukan untuk merasakan dan memaknai apa sesungguhnya maksud dari ketiga hal tersebut.Pertama, syaratnya harus laki-laki dan perempuan yang sesungguhnya. Maksudnya mungkin adalah bahwa calon pengantin itu memang harus sepasang, yaitu laki-laki dan perempuan. Penjabarannya yang satu harus benar-benar sebai sosok laki-laki yang tulen. Sebagai laki-laki dia harus bersikap seperti laki-laki sejati, karena dia nanti akan berperan sebagai suami untuk istrinya dan sebagai bapak untuk keluarganya. Diantara sefat bapak adalah bapak nanti akan menjadi imam bagi keluarganya, jadi yang akan menentukan arah hidupnya adalah imam dan makmum ikut mendukungnya. Bapak harus mampu menjadi teladan, panutan dikeluarganya. Bapak harus mampu menjadi pengayom dikeluarganya. Bapak berkewajiban menafkahi keluarganya baik secara lahir maupun batin. Maka sebagai calon pengantin pria maka haruslah memahami perannya sebagai seorang suami dan seorang bapak, maka calon pengantin pria harus benar-benar laki-laki sejati.

Sedangkan bagi calon penganti wanita, maka harus yang perempuan sejati. Maksudnya ketika berkeluarga nanti maka pengantin wanita akan menjadi istri bagi suaminya dan menjadi ibu bagi keluarganya. Artinya sebagai istri, dia harus melayani suami dan berjuang bersama-sama mendukung imam untuk membina rumah tangganya. Istri harus mampu menjadi patner ideal bagi suaminya, mampu menyenangkan suaminya dan mampu menyiapkan kebutuhan di keluarganya. Sedangkan sebagai ibu, maka dia harus pandai dan cerdas untuk mengurus anak-anaknya. Ibu harus mampu mendidik dan membina sekaligus merawat anak-anak agar mereka nanti siap menjadi pribadi yang sholih dan sholihah. Ibu sebagai tempat yang teduh dan nyaman untuk merawat anak-anaknya dengan kasih sayang dan jasa yang tidak kenal menyerah, Mereka harus mempunyai sifat sabar dan kerja keras untuk menyiapkan anak-anaknya menjadi generasi penerus yang siap terjun di masyarakat. Jika anak-anaknya sakit atau mempunyai masalah, maka ibu harus siap merawat, ibu hendaknya siap mendengarkan keluhan anak dan mencarikan solusinya. Sosok ibu hendaklah mempunyai sifat lembut dan penuh kasih sayang. jadi, sosok pengantin wanita memang harus mempunyai kepribadian benar-benar menunjukkan sosok seorang wanita sejati.

Kedua, syaratnya harus sama-sama hidup. Maksudnya adalah bahwa sepasang pengantin memang harus yang hidup secara lahir dan hidup secara batin. Jiwa raganya harus hidup, sehingga mereka kelak akan mampu menjalani kehidupan rumah tangganya. Mereka akan  mampu menghadapi setiap rintangan dan cobaan hidup yang setiap saat akan dijumpai. Mereka akan merencanakan hidupnya. Mereka harus menjalani hidupnya tidak lagi sendiri namun harus sepasang. Jadi mereka harus hidup, harus mampu berpikir agar segala perbedaan dapat dicapai titik temunya. Mereka harus mampu menyelami pribadi masing-masing, sehingga ruhaninya harus hidup. Mereka harus mampu hidup rukun, berati mereka harus menyadari kelbihan dan kekurangan masing-masing. Masing-masing keduanya harus rela menyamakan persepsi dulu menntukan satu sikap yang akan dijalaniny, sehingga jalannya rumah tangga nanti akan selaras, seimbang dan terus bergerak maju untuk mencapai cita-cita hidupnya. Mereka harus mampu mengalah bagi pasangannya dan mampu menyelesaikan setiap persoalan hidup yang mungkin akan dijumpainya. Untuk mencapai itu semua, tentu kedua pasangan harus hidup baik raga, jiwa maupun rasanya.

Ketiga, syaratnya adalah harus sama-sama manusianya (sebangsa). Maknanya adalah bahwa kalau mau menikah memang harus sebangsa, manusia dengan manusia. Antara keduanya haruslah cocok dan didasari keikhlasan dan keimanan. Sungguh lucu kalau manusia dengan jin menikah. Pengembangannya lagi manusia dengan manusia maksudnya antara keduanya harus mempunyai sifat-sifat kamanungsan (manusia) karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang paling mulia. Sungguh aneh kalau sifat manusia harus menikah dengan sifat iblis. Jadi sifat keduanya haruslah selaras dan saling membutuhkan serta serta saling melengkapi dong. Manusia adalah makhluk yang mempunyai pribadi yang sempurna, yang unggul, jadi mereka harus benar-benar memanusiakan dirinya masing-masing. Jangan malah memelihara sifat-sifat hewan atau syetan dalam pribadi kita, tapi pupuklah pribadi sebagai manusia yang sesungguhnya.

Jadi, kurang lebih seperti iutlah prasyarat anda sebelum menikah anda harus memahami jati diri anda. Anda harus memahami setiap yang akan dilakoni, dijalani secara hidup bersama. Ketiganya mutlak harus disadari sebagai prasyarat agar perjalanan rumah tangganya akan mencapai tingkatan sakinah, mawaddah, dan nwarrohmah. Aminn, mudah-mudahan teman yang menyampaikan wasiat tadi dapat mengambil hikmah yang ia dapatkan. Tentu kalau ternyata yang kami sampaikan tidak sesuai dengan yang ia dapatkan, maka itu pantas, karena ia memang belum bercerita kepada kami. Namun kalau ternyata yang kami rasakan ini selaras hendaklah dapat bermanfaat bagi yang akan menikah dan para pembaca.

Satu Tanggapan to “3 Pedoman untuk Menikah”

  1. Mendidik anak tidak lepas dari didikan sebagai orangtua. berhati-hatilah dalam mendidik anak agar tidak mengakibatkana anak menjadi jiwa yang kerdil, minder, pesimis dan lain-lain. karena gaya mendidik orangtua dapat membentuk kepribadian anak.

    —————————————————————————————————————————
    Rahasia mendidik anak agar sukses dan bahagia di anekapilihan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: