MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Kesepian

Posted by marsaja pada Desember 23, 2008

Jepang merupakan salah satu negara yang disebut oleh banyak negara sebagai negara maju, terutama di bidang ekonominya. Namun sungguh ironis dibalik kemajuan, industrialisasi bangsa Jepang ternyata ada saja peristiwa yang cukup mengagetkan yaitu adanya perasaan kesepian, merasa tidak berguna lagi, tidak diperhatikan oleh saudara atau teman. Dan yang merasa seperti itu terutama dari kalangan orang tua (lansia). Mengapa mereka yang pada dasarnya punya banyak harta dan mempunyai pengalaman bekerja secara maksimal, namun ada yang kurang dari hidupnya.

Seperti di informasikan di media massa bahwa di Jepang tingkat kelahirannya termasuk paling rendah di dunia, sehingga kebanyakan sekarang ini rakyatnya adalah banyak yang berusia tua. Sedangkan budaya Jepang adalah budaya workaholic atau gila kerja, nah ketika usia mereka sudah tua dan tidak produktif lagi bekerja, akhirnya muncul masalah baru. Dan masalah yang paling banyak dijumpai adalah rasa kesepian karena merasa tidak mempunyai keluarga, tidak memiliki teman bicara, diacuhkan oleh keluarganya, sehingga mereka merasa sepi, sunyi padahal sebelumnya rata-rata adalah pekerja giat, hanya mengutamakan kebutruhan materi saja. baru setelah mereka tidak bekerja, walaupun mereka punya uang banyak namun mereka merasa hidupnya sepi dan tidak bermakna.

Akhirnya agar mereka bisa sekedar berbicara dengan orang lain atau agar bisa diperhatikan dan tidak merasa kesepian lagi, mereka berani melakukan tindak pidana kriminal walaupun sekupnya kecil, seperti mengutil di supermarket, mencuri barang. Harapannya mereka agar ditangkap dan dijebloskan ke penjara, sehingga mereka bisa berbicara dengan orang lain, bisa bercanda, curhat, ada juga biar dapat makan gratis dari negara. Mereka berbuat seperti itu bukan karena tidak paham akan konsekuensi hukumnya, namun karena memang diniati. Dan inilah yang aneh, padahal Jepang termasuk salah satu negara yang tingkat kriminalitasnya kecil. Dan biasanya yang banyak berbuat kriminal adalah usia muda, namun di Jepang justru para lansia. Kok neko-neko wae yooo.

Coba kita pikir dengan jernih, mereka rela melakukan itu agar aksistensinya masih dihargai oleh orang lain, oleh saudaranya dan lingkungannya. Memang rasa kesepian itu adalah termasuk salah satu rasa yang tidak nyaman. Ketika anda merasa kesepian, mungkin dunia terasa tidak nyaman. Mereka hanya ingin sekedar memanfaatkan sisa umurnya walaupun dengan jalan seperti itu. Padahal Jepang termasuk negara yang menjaga tradisi dan budayanya waupun termasuk negara maju.

Nah, sepantasnya kita wajib bersyukur karena kita masih diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berbicara, bercanda saling menasehati. ketika kita mempunyai masalah kita dapat berbagi dengan orang lain. ketika ada berita gembira kita juga senang berbagi dengan orang lain, sehingga kita merasa hidup ini benar-benar senang dan menyenangkan yang akhirnya tidak merasa kesepian.

Banyak kasus bunuh diri yang terjadi karena kesepian, karena kurang bisa menyampaikan masalahnya kepada orang lain. Banyak orang yang stres karena masalahnya semakin-makin berlarut-larut dan tidak pernah terpecahkan solusinya. Banyak yang depresi karena hidup terasa berat, mereka tidak pernah berbagi atau minta saran orang lain. banyak yang merasa senang terhadap hartanya, namun terasa hampa. banyak yang merasa memiliki kekayaan berlebih, namun rasanya  mereka malah khawatir hartanya berkurang. Banyak yang merasa ilmunya sudah tinggi, namun kurang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Jadi, senyampang kita masih ada kesempatan untuk bertatap muka dengan orang lain. Berkomunikasi dengan orang lain, mari kita jaga agar tetap berlanjut, kita rawat jangan sampai perkataan kita melukai hati orang lain, menyakitkan orang lain sehingga menimbulkan perasaan dendam, iri, dengki. Kita akan banyak mendapatkan manfaat dari pembicaraan dengan orang lain, saling menyapa, saling menasehati dan saling mengingatkan. Ingat orang yang merasa sepi padahal kita di keramaian atau merasa dikucikan dari pergaulan itu adalah suasana yang tidak enak. Pada dasarnya kita punya saudara atau teman, namun jika kita merasa sepi dan menyendiri, itu adalh perasaan yang rugi dan merugikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: