MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Refleksi Hari Ibu

Posted by marsaja pada Desember 21, 2008

Pada hari ini, 22 Desember 2008, Bangsa Indonesia memperingatinya sebagai hari Ibu. Sangat istimewa, karena yang diperingati adalah hanya hari ibu, sedangkan hari bapak tidak diperingati, padahal dua-duanya mempunyai peran istimewa. Ada juga sebuah ungkapan yang berbunyi “Surga di bawah telapak kaki ibu“, Kenapa ada ungkapan seperti itu? Kira-kira apakah maksudnya? Berikut ini ulasan yang dapat kita renungkan  bersama , yaitu:“Surga di bawah telapak kaki ibu” adalah sebuah kias atau gambaran yang seharusnya jangan ditelan mentah-mentah namun perlu kita gali kembali artinya sampai makna yang terdalam, sehingga maksud dari kias tadi dapat dipahami dengan sejelas mungkin.  Surga adalah tempat balasan bagi hamba-hamab yang beriman kelak. Dibawah telapak kaki ibu artinya adalah sujud menghadap baitullah. Sujud berarti berposisi atau bersikap menempelkan dahi, hidung, kedua telapak tangan dan kedua kaki sama-sama menghadap ke arah kiblat atau ka’bah. Syariatnya setiap manusia muslim yang beriman ketika sholat yang didalamnya ada gerakan sujud hendaklah menghadap kiblat. Sedangkan yang dijadikan kiblat adalah ka’bah yang didalamnya terdapat “hajar Aswad” atau batu hitam.

Maknanya setiap muslim yang beribadah hendaklah selalu menghadap baitullah, yang syariatnya adalah menghadap kiblat. Sedangkan secara hakikat kita ketika beribadah hendaklah selalu menghadap Allah. Utamanya hati kita tetap mengarah kepada Allah swt. Secara lahir kita menghadap kiblat, namun secara batin kita menghadap Allah swt. Jadi antara lahir dan batin selaras, itulah sebenarnya posisi yang harus kita tempatkan ketika beribadah kepada Allah. Maknanya dimanapun dan kapanpun kita berada hendaklah “manembah marang gusti” hendaklah tetap beribadah kepada Allah swt.

Jadi ungkapan surga di bawah telapak kaki ibu kurang lebih yang dapat kami rasakan adalah seperti di atas, yang intinya setiap muslim yang beriman hendaklah tetap beribadah hanya karena Allah swt, manembah maring gusti. Jadi marilah mulai sekarang kita berusaha menghormati ibu kita masing-masing. Jangan sekali-kali menyakiti dan membuat ibu kita marah. Buat hati ibu kita tenang dan ikhlas untuk selalu mendoakan kita, agar setiap langkah kita juga direstui oleh ibu dan diridhoi oleh Allah swt. Amiiin. Selamat Hari Ibu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: