MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Penanganan Perilaku Dusta Anak

Posted by marsaja pada Desember 11, 2008

Apabila kita menjumpai anak yang mempunyai kecenderungan berdusta ataupun yang seringkali berdusta, langkah-langkah berikut ini mungkin dapat membantu dalam menangani anak tersebut:Pertama, Berikan umpan balik realitas. Jika anak anda usia prasekolah menceritakan sesuatu secara berlebihan, tanggapi cerita itu sebagai cerita belaka. Katakan, “Wah ceritanya bagus ya!” Tolonglah ia untuk membedakan realitas dan fantasi dengan menanyakan, “Nah, tadi kan yang pura-pura. Sekarang ceritakan pada Ayah cerita yang benar.

Kedua, Ajarkan nilai moral. Katakan (dengan bahasa mereka) bahwa suasana positif saling menghargai dan mempercayai dibentuk dari kejujuran. Anda bisa menggunakan kisah Rasulullah saw. yang bergelar Al Amin serta kisah sahabat Rasul dan para salafush sholih. Misalnya kisah Abdul Qadir Jailany, dengan berkah kebenaran dan kejujuran mampu mengantarkan para penyamun ke jalan taubat. Atau kisah anak yang suka berbohong sehingga tidak dipercaya lagi saat ia berkata benar/jujur. Tekankan pada anak bahwa ketidakjujuran dalam bentuk apapun adalah salah dan dimurkai Allah, disamping merugikan dirinya dan orang lain.

Ketiga, Dorong kesadaran diri. Bantulah anak mengatasi situasi sulit, misalnya saat mengakui kesalahannya. Mintalah ia menceritakan setiap fase dari situasi itu dengan mengatakan, “Ayah ingin tahu semua yang terjadi, dari awal sampai selesai.” Di bagian yang “mencurigakan” lontarkan pertanyaan. Dengan demikian anak akan mencium kecurigaan Anda dan terbantu untuk menyadari dimana ia melakukan kesalahan.

Keempat, Terapkan hukuman yang seimbang. Melalui latihan dan pengalaman, bantulah anak untuk menyadari bahwa berdusta tidaklah menyenangkan. Selain cenderung tidak berhasil, akibat tindakan itupun tidak menyenangkan . SEdangkan jika jujur, konsekuensi buruk akan berkurang. Katakan pada anak, misalnya jika mereka berusaha menutupi kesalahan, hukuman akan berganda. Pertama untuk kesalahan dan kedua untuk kedustaan mereka lakukan.

Kelima, Cari penyebab dusta yang dilakukan anak. Mengetahui penyebab kedustaan anak, memudahkan Anda menemukan cara penanggulanganya.

Keenam, Bila segala upaya telah dilakukan, maka ada satu hal yang sangat penting dalam menghadapi permasalahan apapun yang tidak boleh kita lupakan, yaitu berdo’a, mohon kepada Allah untuk diberikan kemudian untuk mengatasinya. KIta mohon kepada Allah agar anak-anak kita dan kita sendiri dihindarkan dari sifat dusta, dan mohon dijadikan orang-orang yang jujur dan amanah di dalam setiap sikap dan perilaku. (Sumber : Majalah Al Mu’tashim-Rubrik “Auladi”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: