MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Memaknai Ibadah Qurban

Posted by marsaja pada Desember 10, 2008

Alhamdulillah kami ucapkan pada tahun ini ummat Islam tetap konsisten dan istiqomah dalam melaksanakan aktivitas ibadah, baik yang menjalankan ibadah haji, puasa sunah, sholat Idhul Adha, sampai melaksanakan ibadah Qurban. Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat mulia dan agung. Ummat Islam melaksanakan ibadah ini karena menteladani syariat yang telah diamalkan mulai Nabiyullah Ibrahim ‘alaihisallam. Lalu bagaimanakah ummat Islam memaknai ibadah qurban, agar niat ibadah qurban benar-benar tetap suci dan sempurna. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memaknai dan merasakan agar ibadah qurban kita sebagai umat yang beriman sungguh dapat dirasakan kenikmatannya tidak hanya sekedar kenikmatan daging qurban.

Ada hal yang sangat penting yang patut kita perhatikan agar ibadah qurban sesuai dengan yang dicontohkan para Nabiyullah. Pertama yang harus diperhatikan adalah niat orang yang berqurban. Menata niat agar benar-benar suci ikhlas karena Allah SWT, bukan karena yang lain. Seperti karena ingin pamer, karena malu kalau tidak berqurban, karena dipaksa orang lain agar berqurban, karena untuk menunjukkan status sosial, dan karena untuk tujuan tertentu (seperti politik, menarik dukungan rakyat agar nanti memilih dia ketika pemilu nanti, dll). Niat adalah kunci utama setiap amal ibadah kita, jikalau niat kita suci, insyaAllah amal ibadah kita juga akan bermanfaat. Namun, jika dalam niat kita masih diselipi niat yang kurang suci atau kurang iklash, maka hasilnya pun juga kurang maksimal.

Kedua, adalah hewan yang akan kita jadikan untuk berqurban harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syariat agama. Jangan sampai ada yang cacat, sudah cukup umur, dan layak untuk berqurban. Artinya kembali kepada kepribadian yang berqurban, hendaknya antara yang berqurban dengan yang mau diqurbankan seimbang, selaras, dan serasa. Maksudnya, seharusnya pada diri orang yang berqurban hendaklah sempurna sifat-sifatnya, sikapnya penuh kemuliaanya, dan amalnya cocok dengan mulianya arti ibadah qurban.

Ketiga, proses mendapatkan hewan kurban juga haruslah halal. Hewan yang akan diqurbankan hendaklah dari hasil kerja yang halal. Jangan sampai niatnya bagus, namun hewan qurbannya dari hasil jerih payah yang haram. Orang yang berqurban harus memperhatikan ini, karena hewan yang diqurbankan akan dibagikan kepada yang berhak menerima, maka sudah selayaknya itu adalah termasuk daging yang halal, yang tidak tercampuri oleh unsur haram sedikitpun. Justru akan berdosa apabila kita memberikan daging qurban dari perbuatan yang haram.

Keempat, proses penyembelihan pembagian dan pendistribusian hewan qurban hendaklah benar-benar sesuai dengan syariat agama. Proses penyembelihan seyogyanya didahului dengan doa menyembelih hewan qurban. Termasuk ketika kita beramal apapun juga, baik ketika beribadah, belajar, atau bekerja maka mulailah dengan membaca doa agar perbuatan kita senantiasa mendapatkan ridha dan barokah Allah SWT. Pun ketika membagi dan mendistribusikan hewan qurban, hendaklah benar-benar adil dan tepat sasaran. Artinya dalam hidup ini hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat adil dengan orang lain.

Kelima, Orang yang menerima hewan qurban hendaklah benar-benar orang yang membutuhkan dan sesuai syariat agama, dan tepat sasaran. Atau setidaknya orang yang tidak pernah mampu membeli daging qurban atau belum pernah merasakan daging qurban. Karena mereka yang belum pernah merasakan akan sangat senang dan bahagia, beda dengan orang yang sering makan daging qurban. Ketika kita melakukan amal berupa infaq dan shodaqoh maka berikanlah kepada orang yang membutuhkan, sehingga shodaqoh kita benar-benar bermanfaat bagi orang lain dan menyenangkan hati orang menerimanya.

Keenam, orang yang mempunyai hajat berqurban hendaklah memahami makna dibalik ibadah qurban. Sudahkah anda merasakan dengan sedalam-dalamnya makna hakikat qurban. Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang menyimbulkan adanya rasa kepedulian yang tinggi kepada orang lain, karena kita diminta untuk berbagi dengan saudara-saudara kita. Seperti itulah makna qurban. Ada keikhlasan dan keimanan yang tinggi dari orang yang melakukan qurban. Ada rasa kepedulian yang tinggi dengan orang lain. Ada rasa persaudaran yang erat dengan orang lain. Dan adanya keyakinan yang tinggi bahwa setiap manusia hendaknya mampu berqurban bagi orang lain terutama bagi yang membutuhkan bantuan kita. Dan jangan lupa hendaknya yang berqurban benar-benar mampu menjadi teladan dikeluarga, tetangga, lingkungan dan masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: