MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Mahalnya Demokrasi

Posted by marsaja pada Desember 2, 2008

Pada hari selasa, 2 Desember 2008, Mahkamah Konstitusi akhirnya mengabulkan gugatan KAJI dalam sengketa hasil pilkada putaran II Jawa Timur. Gugatan yang dimenangkan KAJI adalah pada nomor dua, yang hasilnya harus dilakukan pemilihan putaran III di Kabupaten Bangkalan, Sampang dan penghitungan lagi di Kabupaten Pamekasan. Untuk putaran III ini, dianggarkan biaya sebesar 20 Milyar. Wauw betapa mahalnya proses demokrasi di negeri ini. Keputusan dari MK juga merupakan terobosan terbari MK untuk sengketa pilkada di negeri ini. Ya, karena adanya kecurangan yang sistematis dan masif maka pilkada Jatim harus diulang sampai tiga kali. Betapa mahalnya demokrasi di negeri ini.

Ya, memang mahal. Disamping pemerintah harus mengeluarkan dana anggara pilkada sebesar 20 Milyar lagi. Para kandidat calon gubernur tentu juga harus merogoh kocek lagi untuk kelangsungan proses putaran III ini. Untuk biaya kampanye, biaya saksi, konsumsi, dan keperluan lain yang saya tidak bisa menyebutkan satu persatu.

Masyarakat, khususnya di kedua kabupaten juga harus bersabar lagi, karena mereka masih diminta hak politiknya untuk mennetukan pilihanannya lagi, apakah memilih Karsa atau Kaji. Masyarakat di kedua kabupaten tadi akan menjadi sorotan tidak hanya di daerah, sorotan secara nasional tentu juga internasional. Karena suara mereka nanti benar-benar sangat berpenagruh. Mungkin suasana yang terjadi di sana akan sangat ramai, penuh diskusi di berbagai tempat untuk mendiskusikan sebaiknya pilih siapa.

KPUD, Pengawas pemilu daerah dan masyarakat juga harus waspada, karena putaran III sangat menentukan suara hasil akhir siapa pemenang pilkada jatim, maka hal ini akan sangat rawan terhadap black campaign, seperti money politik, mobilisasi politik, maupun kecurangan dalam bentuk sitematis. Oleh karena itu, mudah-mudahan rakyat disana tidak sampai bingung menghadapi situasi tersebut.

KPU juga akan menjadi sorotan lagi dong, Karena hasil kerja mereka akan sangat diperhatikan oleh masyarakat jatim. Mereka harus bertindak profesional yang berdasarkan kenetralan karena sebagai panitia penyelenggara baik ditingkat jatim maupun sampai penyelenggara di TPS. Khusus penghitungan di Kabupaten Pamekasan mereka juga harus transparan. Maka tenaga pikiran dan biaya akan terkuras lagi untuk merampungkan tugas mereka.

Kita sebagai masyarakat Jatim khususnya, dan rakyat Indonesia umumnya tentu harus bijak dalam menyikapi pilkada putaran III ini. Jangan sampai kita dipertontonkan lagi sandiwara politi atau dagelan politik yang ujung-ujungnya akan menyibukan rakyat lagi. Mudah-mudah dari pelaksanaan putaran III nanti akan menghasilkan proses pilkada yang menyejukkan dan jelas tanpa adanya sengketa lagi. Harapannya demokrasi jangan semakin mahal, danm sebaiknya biayanya seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan masyarakat Jatim. yang terpenting lagi, semoga calon gubernur dan wakil gubernur yang terpilih nanti benar-benar konsuisten terhadap janji mereka sewaktu berkampanye, sehingga rakyat tidak hanya dimintai dukungan politik tapi dimakmurkan secara politik, sehingga masyarakat Jawa Timur tetap bersatu rukun membangun propinsi tercintan ini. Intinya mahalnya biaya demokrasi benar-benar seimbang dengan hasilnya dan bermanfaat bagi masyarakat Jatim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: