MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Dekadensi Moral

Posted by marsaja pada Desember 2, 2008

Apa yang terjadi di negeri ini, seharusnya mampu dijadikan pelajaran kita bersama. Berbagai bencana yang ada menunjukkan bahwa kita harus peka terhadap kepribadian bangsa dan kepribadian masing-masing. Coba kita perhatikan diberbagai wilayah di Indonesia bencana sering melanda seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung, dan kebakaran. Belum lagi muncul berbagai macam demonstrasi yang arahnya semakin bertindak ke arah kekerasan. Kenapa semua itu bisa menimpa negeri yang terkenal dengan budaya ramah ini. Marilah kita mencoba untuk berpikir dan merasakan yang sedalam-dalamnya dengan kejernihan nurani kita. Kami melihat salah satu penyebab dari semua ini karena adanya dekadensi moral rakyat Indonesia yang terjadi hampir di semua lini masyarakat.

Pertama, coba kita lihat kelakuan dari para pemimpin kita. Hampir kita saksikan setiap hari di media masa tidak sedikit pejabat dan mantan pejabat yang tersangkut kasus korupsi baik yang masih proses hukum atau yang sudah divonis hukuman. Ini menunjukkan bahwa para pejabat yang demikian tidak bisa mengemban amanah rakyat yang seharusnya mampu melayani kebutuhan masyarakat. Ketika terjadi kelangkaan berbagai macam komoditas di negeri ini seperti pupuk, mitan, elpigi, BBM, apa yang dilakukan para pejabat kita untuk mengendalikan stabilitas harga?

Para wakil rakyat atau DPR yang terhormat juga menunjukkan gejala yang serupa. Sebagian dari mereka juga berperilaku memalukan. Ada yang terbukti selingkuh, korupsi, tidur ketika sidang, alpa ketika sidang paripurna, selalu berbicara atas nama rakyat namun ketika rakyat benar-benar membutuhkan bantuan, mereka diam. Mereka bisa sangat rajin mendengarkan aspirasi rakyat ketika ada kepentingan politik seperti mendekati pemilu.

Dari kalangan pendidik, kita juga dikejutkan dengan berita adanya oknum guru yang bertindak asusila, berbuat cabul terhadap muridnya, ada yang bertindak dengan kekerasan sewaktu menangani murid. Ada yang memanipulasi data BOS, berlaku curang agar nilai muridnya bagus dalam ujian nasional. Jadi guru yang seharusnya menjadi teladan di masyarakat, malah mengajarkan hal yang kurang pantas. Di sisi lain lembaga pendidikan yang arahnya semi militer malah semakin memprihatinkan, seperti adanya penganiayaan senior kepada junior yang sampai mengakibatkan kematian.

Dilihat dari perangai mahasiswanya juga menunjukkan hal yang memprihatinkan. Para mahasiswa yang seharusnya mampu menjadi generasi intelektual justru menunjukkan perilaku seperti preman. Kita sering diperlihatkan tontonan mahasiswa tawuran. Mahasiswa juga ketika demo sering bentrok dengan aprat keamanan, ini menunjukkan mereka belum dewasa dalam menyampaikan aspirasinya.

Dari masyarakat kebanyakan malah juga memprihatinkan. Perampokan, pencabulan, penghinaan, bahkan sampai pembunuhan yang dilakukan dengan sangat keji seperti tindakan mutilasi. Munculnya berbagai geng-geng yang bertindak kriminal baik yang dilakukan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak usia sekolah.

Dari para kalangan ulama, justru juga aneh. Sebagian ulama sekarang malah menunjukkan perilaku yang kurang teladan, karena mereka sering terlibat sengketa politik, hanya karena beda partai politik. Banyak ulama yang dapat dibeli pengaruhnya dengan uang agar mendukung salah satu calon pemimpin. Ulama sudah kehilangan wibawanya sebagai pengayom masyarakat, karena mereka juga sibuk berpolitik. Bahkan ada gambar-gambar ulama yang dijadikan komoditas politik.

Dari unsur partai politik juga aneh, yang seharusnya bisa membela kepentingan rakyat malah sibuk mencari dukungan rakyat, suka mengobral janji politik, berkoar sana sini agar mendapat dukungan rakyat. Bahkan ada yang rela mencari dukungan secara instan melalui iklan politik. Bahkan ada salah satu partai yang dianggap kontroversial karena menampilkan tokoh-tokoh bangsa yang diprotes oleh partai yang merasa menjadi ikon mereka. Ujung-ujungnya ini menjadi kontroversi juga di masyarakat, ada yang pro dan ada yang kontra. Sehingga akhirnya masyarakat juga sibuk berkomentar, menyatakan bahwa pendapatnya yang paling benar.

Dari semua berita yang disampaikan oleh media msa menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami yang namanya DEKADENSI MORAL. Sedang mengalami kebobrokan kepribadian. Bangsa Indonesia sudah kehilangan jati diri bangsa. Rakyatnya sudah tidak mempercayai nurani masing-masing. Kemudian apa yang bisa kita lakukan? Mari berintropeksi diri, mengevaluasi diri, berkaca sendiri, muhasabah sikap masing-masing. Tidak perlu anda sibuk mencari kambing hitam siapa yang bersalah atas terjadinya tragedi di negeri ini. Tidak perlu kita menyalahkan para pemimpin, pejabat, orang lain. Mari semua melihat diri sendiri, pantaskan aku menjadi manusia yang beradab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: