MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Pupuk Langka, Lho Kok Aneh?

Posted by marsaja pada November 30, 2008

Kita mungkin miris melihat berita di berbagai media masa yang berkaitan dengan ketersediaan pupuk di negera Indonesia tercinta ini. Berita terakhir adalah tentang kenekatan para petani di Tuban yang mencegat kendaraan yang mengangkut pupuk bersubsidi. Mereka bahkan meminta secara paksa agar pupuk diturunkan dan mereka dengan penuh semangat mengambil pupuk tersebut. Di berbagai tempat di Indonesia juga mengalami hal yang serupa.

Berita tersebut seolah menyentak kita bersama, kok bisa yaaaaaaaa!. Pertama logikanya lahan pertanian Indonesia dari tahun ke tahun semakin berkurang karena banyak lahan-lahan yang seharusnya untuk memproduksi hasil bumi, malah digunakan untuk proyek-proyek seperti pabrik dan perumahan-perumahan semakin menjamur. Dengan semakin meningkat jumlah penduduk di Indonesia maka kebutuhan rumah akan terus meningkat juga, maka oleh para pengembang peluang ini ditangkap dan mereka siap menyediakan rumah yang biasanya berada ditempat-tempat strategis tanpa mempedulikan apakah itu lahan untuk pertanian atau lahan kering. Nah, dari semakin menjamurnya perumahan, maka luas wilayah untuk lahan pertanian semakin berkurang.

Kedua, pupuk termasuk salah satu bidang yang disubsidi oleh pemerintah, seperti halnya BBM. Logikanya seharusnya ketersediaan pupuk lancar dan mudah didapat oleh para petani. Perusahaan yang memproduksi pupuk juga terus beroperasi, berarti stok pupuk seharusnya tetap ada dan melimpah. Dan perusahaan pupuk adalah termasuk BUMN yang pemerintah sangat berwenang mengelolanya.

Dari kedua logika tersebut, saya hanya bisa berkata “LHOOO KOK ANEH” pupuk bersubsidi kok langka di pasaran. Kalau sudah terjadi kelangkaan maka bisa ditebak para petani akan protes, demo menyuarakan aspirasinya. Para wakil rakyat anggota DPR yang terhormat berlomba-lomba berbicara atas nama rakyat menyuarakan kepada pemerintah. Jika pemerintah sudah didemo maka pemerintah segera melakukan “Operasi Pasar” yang tujuannya untuk mengendalikan distribusi pupuk dan harga pupuk di pasaran. Namun kenyataaanya pupuk tetap sulit didapat padahal tanaman terus tumbuh. Tanaman tidak akan berhenti tumbuh hanya sekedar untuk menunggu ketersediaan pupuk bersubsidi.

Dari operasi pasar yang kurang efektif, akhirnya ada yang menyalahkan salah satu pihak dengan menyebut distribusi nakal. Karena mereka yang dipercaya menyalurkan pada agen-agen resmi untuk menjual pupuk bersubsidi, ternyata belum bekerja secara maksimal, buktinya pupuk masih langka. Anehnya lagi di daerah kami kalau beli pupuk harus memperlihatkan KTP aslinya kepada penjual pupuk tersebut. Jadi, kesimpulannya kaitanya dengan pupuk bersubsidi adalah “Lhoo Kok Aneh Ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: