MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Filosofi Semangka dan Pepaya

Posted by marsaja pada November 30, 2008

Aku pernah berjumpa dengan orang tua yang bijaksana di suatu tempat, Beliau bertanya pada Aku “Kamu pilih buah Semangka atau buah Pepaya?”. Kira-kira jika anda ditanya seperti itu, maka anda akan menjawab apa? Aku menjawab “Aku pilih buah Semangka”. Si orang tua bijak tersenyum melihat jawabanku tadi. Kemudian karena penasaran aku balik bertanya “Kenapa anda bertanya seperti itu, Apakah makna dari pertanyaan itu?” Akhirnya beliau menjawab dengan penuh ketegasan dan penuh makna, yang tentunya anda juga boleh ikut berpendapat tentang jawaban orang tua tersebut. Karena jawaban anda akan mencerminkan kepribadian anda. Bagaimanakah sebenarnya jawaban orang tua tersebut. Disini akan kami uraikan kesimpulannya saja.

Dilihat dari segi pohon, Batangnya menjulang tinggi, pohon pepaya mudah hidup dan mudah perawatannya, serta gampang berbuah. Untuk merawatnya tidak perlu dipupuk atau diberi air. Sedangkan pohon semangka , batangnya menjalar atau merambat, menanamnya memerlukan teknik yang cukup rumit, Perawatannya juga harus sabar, pemberian pupuknya harus seimbang, pemberian airnya harus esuai kadarnya, dll.

Diamati dari segi buahnya, pepaya buahnya banyak, manis, ada getahnya. Pada buahnya teganh berlobang karena ada isinya. Pada umumnya buahnya tidak bertahan lama. Sedangkan Semangka buahnya satu pohon hanya satu buah, buahnya besar dan terasa manis dan menyegarkan. Buahnya cukup tahan lama, semakin lama semakin manis saja.

Adapun filosofinya adalah jika buah pepaya mencerminkan orang yang kurang berusaha dalam hidupnya, hidupnya kurang bermakna, Buahnya pada bagian tengah berlobang mencerminkan jiwanya kosong. Pohonnya menjulang menandakan hidupnya penuh kesombongan, buahnya banyak menandakan orangnya cenderung ke arah materi miskin jiwa spiritualnya. Buahnya tidak bertahan lama menggambarkan kualitas hidupnya rendah, tidak utuh antara jiwa dan raganya. Pohonnya tidak perlu dipupuk atau diairi mewujudkan bahwa orangnya tidak perlu beribadah secara istiqomah, hidupnya tidak perlu dirawat, dihiasi dengan iman dan ihsan serta perbuatan akhlaq yang mulia.

Sedangkan buah semangka mencerminkan kepribadian orang yang penuh rendah hati, tidak sombong disimbolkan dengan batangnya yang merambat. Harus sabar merawat artinya harus sabar untuk menghiasi kepribadiannya dengan perbuatan yang mulia, beribadah secara istiqomah. Buahnya besar dan menyegarkan, menggambarkan bahwa orangnya memang menyegarkan bagi siapa saja. orangnya bermanfaat bagi orang lain, dan hidupnya penuh dengan manfaat bagi lingkungannya. Dari segi perawatan memang agak sulit, kalau tidak hati-hati bisa-bisa pohonnya patah dan tidak menjadi panen, artinya jika kita kurang sabar terhadap hidup kita, kurang berhati-hati dalam bertindak dan berbuat, maka kita bisa gampang putus asa yang akhirnya pribadi kita akan menjadi gampang rapuh, kurang tabah. Godaanya sangat banyak sekali, ujian dan mungkin hambatan dari orang lain juga akan terus mengancam. Buahnya tambah lama tambah enak menggambarkan bahwa kualitas hidupnya memang jempolan, bijaksana, dan menyenagkan orang lain.

Jadi, anda pilih merasakan buah apa? Semangka atau Pepaya! Itu semua akan tergantung dari ciri kepribadian anda. Jadi marilah ketika kita makan buah apapun disamping kita merasa suka akan kenikmatan buah, sudah sepantasnya kita bersyukur dan berusaha merasakan dengan hati makna setiap pelajaran buah tersebut. Karena dengan membaca isyarat alam sebenarnya kita bisal langsung membaca dan tanpa penafsiran lagi. Jadi mari berusaha untuk merasakan hidup agar lebih bermakna (Belajar ngroso dan ngrasakne sekabehane)

4 Tanggapan to “Filosofi Semangka dan Pepaya”

  1. Dendy said

    “Diberitahukan: Kumpul Blogger TULUNGAGUNG Sabtu, 27 Desember 2008 pukul 18.30 (tempat menyusul) info lanjut. hub saya YM ID: dendy_ta Trims”

  2. dhia said

    amazing!!!!!!

  3. Amree said

    Kalo dibalik bisa gak??😛
    Bukannya pohon pepaya itu menandakan dermawan, bijaksana, never give up, sabar, selalu menerima(merasa cukup), setia dan mandiri?
    Diamati dari segi buahnya, pepaya buahnya banyak mencerminkan bahwa pepaya tidak pelit/dermawan. buahnya manis menandakan bahwa pepaya mengutamakan kualitas walaupun banyak yang diberikan. Ada getahnya yang mencerminkan bahwa pepaya itu bikin lengket (banyak orang lain nyaman didekatnya). Tengahnya berlobang karena ada isinya dalam jumlah banyak. Tidak hanya memberikan kemanisan, tetapi juga menurunkan pada bibit-bibit baru (tidak pelit ilmu). Pada umumnya buahnya tidak bertahan lama menandakan bahwa pepaya menghargai waktu. Pohonnya yang menjulang menandakan ketegasan saat berusaha. Pohon pepaya mudah hidup dan mudah perawatannnya menandakan bahwa pepaya itu sederhana dan tidak neko-neko alias bersahaja dan juga gampang berbuah yang manandakan tidak pelit/easy going gitu.. Udah gitu pohon pepaya tidak akan mati sebelum Berbuah dan itu artinya pepaya itu sabar dan setia menanti.
    Sebaliknya semangka, pohonnya merambat dibawah yang mencerminkan kemalasan, bergantung pada orang lain, dan harus dirawat dan diberi pupuk yang mencerminkan bahwa semangka itu manja dan tidak bisa hidup apa adanya seperti pepaya. Satu pohon hanya berbuah satu, ibarat anak manja, mintanya ini itu tapi cuma bisa ngasih satu hasil. Buahnya segar tapi sering menjebak bijinya tidak bisa dipisah dulu dari buahnya yg menandakan bahwa semangka itu pandai bicara tetapi banyak yang nylekit. Intinya ya kebalikannya.😀

    Jangan marah yaa :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: