MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Ramai-ramai Mencalonkan Presiden!

Posted by marsaja pada November 17, 2008

menjelang pemilu 2009, kita disuguhi cukup banyak berita politik terutama berita tentang capres dan cawapres. Para calon berlomba-lomba meraih simpatik baik dari parpol maupun masayarakat luas. Mereka tidak segan-segan mengeluarkan banyak uang hanya untuk menampilkan dan mengenalkan profilnya kepada publik. Cara instan yang dilakukan adalah melalui iklan di media elektronik. Ya, itulah iklan politik. Mereka dengan tanpa malu-malu lagi menyebut yang paling pantas menjadi calon presiden bagi negeri tercinta kita ini.

Ada kesan calon presiden di Indonesia sangat mudah mendaftar dan sangat murah, karena yang mendaftar cukup banyak. Padahal belum tentu partai mereka nanti dipercaya rakyat artinya suara dukungan mereka nanti belum tentu meraih kursi di legislatif. Mereka seakan tidak peduli lagi bahwa syarat menjadi presiden adalah sangat berat (kalau syarat administrasi saja gampang kan) yang saya maksud adalah syarat menjadi pemimpin apalagi presiden di Indonesia sangat berat karena pemimpin itu harus mampu memegang amanah dan melaksanakan amanah tersebut. Pertanyaannya sudah mampukah mereka?

Belum lagi para capres-capres baru, protes terhadap UU Pilpres yang baru disahkan, yang intinya menunjukkan keterangan bahwa syarat dukungan capres dilihat dari suara dewan yang harus diraih minimal 20 % suara dewan hasil pemilu legislatif. Dari keputusan tersebut menimbulkan pro kontra di kalangan capres-capres karena mereka menilai keputusan tersebut tidak adil dan menguntungkan parpol besar. Mereka kabarnya bersiap-siap mengajukan uji materiil di mahkamah konstitusi ( sepertinya kok rajin ya ngasih kerjaan MK) Terlepas tuntutan mereka nanti berhasil atau tidak kita tunggu saja, iya thooo.

Menurut hemat kami, dalam pemilihan capres dan cawapres atau calon pemimpin di negeri ini, kami melihat ada yang tidak pas, baik proses maupun hasilnya. Lha iya, prosesnya saja di protes sana sini apalagi hasilnya nanti tentu lebih ramai. Mau contoh, coba lihat hasil Pilkada di beberapa daerah, survey membuktikan dari proses pilkada justru tidak semakin mendewasakan dalam berpolitik tapi justru semakin memperlihatkan bahwa kehidupan kita jauh dari beradab. Benar tidak?

Jadi, kalau ingin menghasilkan pemimpin yang berkulitas baik kecakapan maupun moralnya, maka cara atau prosesnya yang harus dibenahi. Itu bisa dimuali dari bawah biar rakyat yang melihat dan merasakan secara langsung bahwa mereka layak untuk memimpin. Pemimpin adalah sebuah jabatan yang amat berat amanahnya, maka jangan sampai kita mencalonkan jadi pemimpin apalagi dengan mengiklankan politik, wah berat resikonya!. Cobalah, biar rakyat yang mengakuinya secara langsung yaitu secara kultural, kalau harus dipaksa-paksa melalui iklan politik untuk mengakuinya, maka hasilnya nanti jelas mengecewakan!

Dan lebih baik lagi, jika para pemimpin itu yang memberitahu bahwa mereka pantas memimpin adalah para ulama yang konsisten memperjuangkan agama dan tetap menjunjung agamanya serta yang masih murni sebagai pengawal dan penjaga akhllaq di negeri ini. Kita sepantasnya percaya pada mereka, yang berjuang dengan ikhlas untuk menjadikan manusia lebih beradab dan mampu mengayomi makhluq yang ada di bumi ini. Kalau memang harus lewat cara-cara demokratis, kita harus tetap menjunjung tinggi proses demokrasi tersebut tapi memilih calon yang benar-benar dimampukan untuk memegang amanah. Dan kewajiban rakyat untuk mendukung penuh pada calon yang amanh ini agar kemakmuran dan kemaslahatan di negeri ini benar-benar terwujud, amiin ya robbal ‘alamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: