MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Iklan Politik untuk Popularitas?

Posted by marsaja pada November 17, 2008

Ada sesuatu yang menarik untuk di cermati terkait tayangan iklan di TV. Akhir-akhir ini iklan TV tidak hanya didominasi oleh iklan produk maupun jasa, namun yang lagi menjamur justru iklan politik, baik oleh Partai Politik maupun para Calon Presiden. Pemerintah juga tidak mau kalah dalam mengiklankan program – programnya ke masyarakat. Partai politik yang sekarang lagi memimpin di pemerintahan juga gencar mengiklankan kemajuan-kemajuan yang telah berhasil diraih pemerintahan sekarang ini.

Akhirnya efek dari penayangan iklan tersebut tentu menghasilkan opini, baik yang pro maupun yang kontra. Selanjutnya iklan politik tersebut dijadikan sebuah diskusi, seberapa pengaruhnya terhadap popularitas tokoh maupun partai politik di mata masyarakat luas. Dampak dari penayangan tersebut juga dijadikan komoditas politik oleh para pengamat politik di negeri ini.

Ambil contoh, ketika partai pendukung pemerintah beriklan tentang program-program yang telah berhasil dilaksanakan mereka senang karena berdasarkan survey tingkat populatitas dan elektabilitasnya naik. Mereka yang oposisi mencibir iklan tersebut, karena dianggap pembodohan terhadap rakyat.

Ada lagi iklan partai politik yang mencantumkan gambar para pahlwan nasional. Dari iklan tersebut ada yang bersikap pro dan ada yang kontra. Organisai kemasyarakatan mapun partai politik yang ikonnya dipajang dalam iklan tersebut merasa dirugikan, karena itu bisa menaikan popularitas yang beriklan dan merugikan yang merasa menjadi tokoh atau ikonnya.

Ada juga sebuah parpol yang memajang gambar kyai sepuh, tujuannya mungkin agar rakyat percaya bahwa para kyai juga mendukung mereka. Banyak calon presiden maupun calon pemimpin di daerah juga sering mengadakan silaturahin atau mengunjungi pondok-pondok pesantren agar merestui dan mendukung mereka.

Memang di negeri ini ada sebuah kebiasaan apabila menjelang pemilu, mereka baik parpol, caleg maupun calon presiden dan pemimpin daerah berlomba-lomba menaikan popularitas dan elektabilitasnya agar rakyat kelak mendukung mereka. Persoalannya apakah melalui iklan politik di media masa itu benar-benar berkorelasi terhadap popularitas mereka? Dan yang terpenting apakah mereka benar-benar menyampaikan secara jujur bahwa materi yang diiklankan itu pas dengan kondisi mereka?

Ingatlah wahai para pengiklan, jika data yang anda sampaikan tidak jujur, maka anda berati telah membodohi rakyat Indonesia yang umumnya sedang dilanda kebingungan terhadap kepercayaan pada pemimpin mereka. Apalagi pada musim penghujan ini, justru di Indonesia sering dilanda bencana.

Menurut hemat kami, iklan politik tersebut hanya salah satu cara meraih popularitas dengan cara-cara instan, sehingga dikhawatirkan justru akan menimbulkan pertentangan di masyarakat baik yang mendukung maupun yang menolak iklan tersebut. Dengan iklan tersebut saya khawatir persatuan dan kesatuan di negara ini akan terancam.

Kesimpulannya, Iklan yang diberitahukan kepada masyarakat tanpa diniati dengan prinsip kejujuran, maka justru akan mengakibatkan keresahan, pertentangan di masyarakat. Padahal seharusnya para pemimpin atau calon pemimpin lebih mengedepankan kerukunan atau persatuan pada negara ini, sehingga diharapkan pembangunan berlangsung sebagaimana mestinya dan manfaatnya bisa dirasakan rakyat serta mamapu meningkatkan taraf hidup dan kulitas hidup masyarakat Indonesia, tanpa harus beriklan apalagi iklan politik. Jadi, sudah jujurkah wahai para pengiklan politik tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: