MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Fenomena Perilaku Pelajar

Posted by marsaja pada November 17, 2008

Bila melihat fenomena perilaku para pelajar sekarang ini dan yang masih sekolah aktif, saya merasakan sebuah rasa kekuatiran yang tinggi terhadap tingkah laku mereka. Mayoritas sudah mulai muncul budaya konsumtif dan pola hidup hedonisme. Terbukti, mereka sekarang ini memperlihatkan sebuah perilaku yang mencerminkan itu semua. Bisa dilihat buktinya, mereka tidak mau naik motor jika motornya jelek dan tidak baru atau motornya keluaran tahun lama. Mereka minta yang terbaru, yang katanya lagi ngetrend di kalangan anak muda.

HP mereka juga selalu minta yang tercanggih dan terbaru, ada kesan antar anak muda sekarang saling bersaing untuk mempunyai barang yang terbaru dan terlengkap. Bagi yang orang tuanya kaya mungkin tidak ada masalah, tapi bagi mereka yang kurang mampu orang tua bingung karena anak terus menuntut sekaligus mengancam akan tidak sekolah jika mereka tidak dibelikan motor dan HP terbaru. Mungkin para orang tua jadi merasa pusing memikirkan tingkah laku meraka.

Belum lagi, gaya hidup anak muda sekarang adalah gemar menghabiskan waktunya di warung-warung internet. mereka sekedar bermain game daripada mencari berita yang bermanfaat. Mereka dengan rajin menghabiskan watunya untuk download gambar-gambar yang sebenarnya tidak pantas dilihat. Pembicaraan yang selalu diomongkan adalah melulu seputar perkembangan game. Apakah memang fenomenanya sudah seperti ini? Inilah yang patut kita cermati dan dipikirkan benarkah yang dilakukan akan mendatangkan manfaat nantinya?

Kami melihat anak muda sekarang terutama anak sekolah dilihat dari cara berbicara, bersikap dan bertingkah laku sudah sangat jauh dari budaya timur yang penuh adab dan sopan santun. Istilahnya kami menyebut pola sikap mereka sebagai “Perilaku Luar Negeri” Karena, mereka pada dasarnya belum mampu berpikir cermat. Umumnya pola pikir mereka simpel dan instan, sehingga kurang mengetahui dampaknya secara cermat.

Ya, perilaku mereka memang sudah mencerminkan budaya “Luar Negeri” yang salah satunya indikasinya adalah munculnya budaya materialistis, individualis, egoisentri, kurang peka, hidup enak tanpa bisa merasakan pahitnya, kepedulian dengan orang lain rendah, sopan santun dan tata krama mulai ditinggalkan, rasa hormat kepada orang tua mulai berkurang, dll. Intinya perilaku mereka menjadi serasa asing di negeri sendiri. Masayarakat dan orang tua di buat terheran-heran dengan kebiasaan mereka. Kurang apa mereka mendidik, mereka sudah merasa mengajarkan agama, tapi tidak ada peningkatan ibadah. Mereka sudah memasukkan ke sekolah bergengsi tapi justru kualitas kecerdasan dan berpikirnya kurang.

Jadi, sebaiknya untuk para orang tua sadarlah terhadap fenomena ini. Jangan berkata atas nama kasih sayang justru malah menceburkan mereka ke jurang kehancuran akhlaq tanpa disadarinya. Sudah berpikirkah mereka ketika membelikan barang-barang tersebut, apakah bermanfaat atau malah sebaliknya malah mendatangkan kerugian. Mari kita kembalikan lagi ke ajaran yang sesungguhnya yaitu belajar hidup dari kehidupan ini. Karena pelajaran yang terpenting adalah belajar hidup, belajar memecahkan setiap permasalahan hidup, sehingga mereka nanti kelak akan mampu bertahan hidup jika pada masanya tiba untuk menggatikan kedudukan mereka. Jangan sampai mereka menjadi buruh dinegeri sendiri, akibat ketidaktahuan pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh barang-barang kualitas luar negeri.

3 Tanggapan to “Fenomena Perilaku Pelajar”

  1. dapat duit said

    benar sekali… malah teman saya yang dari spain datang ke sini lihat HP saya terkagum kagum.. maklum HP dia kan monokrom… tapi itulah, kita org Indonesia terlalu konsumtif.

  2. omiyan said

    wajar mereka seperti itu karena dijaman sekarang semua fasilitas serba tersedia, dan mereka diberikan tontonan lewat media yang bersifat hura-hura……

    saya sendiri pernah ngobrol ma salah satu anak pelajar di tangerang mereka mengakui seperti itu…..dan saya juga jadi agak takut juga karena mempunyai anak perempuan tapi semoga kita sebagai kepala keluarga bisa mendidik dengan baik dan ajaran agama emang penting banget

  3. phy said

    Bener bgt, anak2 Indonesia jaman sekarang emang dah jauh dari budaya ketimuran… tapi itu semua juga ga murni kesalahan dari anak itu sendiri… Orang tua juga tanpa sadar ikut andil terhadap kerusakan moral mereka. Ga sedikit orang tua yang hanya mementingkan materi daripada komunikasi dengan anak – anak mereka. Anak – anak hanya diserahkan sama Baby sitter untuk diurus, sedangkan mereka yang jelas – jelas orang tuanya malah asyik dengan kesibukan dan aktivitas mereka masing masing. Hasilnya anak akan tumbuh sesuai dengan asuhan sang Baby Sitter… dan karena yang mereka dapat dari orang tuanya hanya materi, maka mereka pun akan tumbuh menjadi anak yang konsumtif.
    Belum lagi peran media, tontonan tv saat ini sangat tidak mendidik…Sinetron – sinetron hanya menampilkan kekerasan dengan bahasa yang sangat tidak mendidik, walhasil anak – anak yang harusnya saat menonton acara tersebut dibawah pengawasan orang tuanya, akan meniru tingkah laku yang ada dalam sinetron – sinetron tersebut…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: