MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Refleksi Hari Pahlawan

Posted by marsaja pada November 9, 2008

63 tahun yang lalu, tepatnya 10 November 1945. Arek-arek Surabaya yang penuh semangat nan menggelora, berjuang mengusir penjajah Sekutu yang diboncengi oleh Belanda yang ternyata masih mempuanyai maksud untuk kembali berkuasa di Indonesia. Arek-arek Surabaya dalam perjuangannya melawan penjajah telah dibakar semangat patriotismenya dengan teriakan Takbir oleh Bung Tomo. Bung Tomo mampu membakar semangat para pemuda Surabaya dengan teriakan Allah Akbar Allah Akbar Allah Akbar. Ya, dengan bacaan kalimat itulah, justru yang mampu memotivasi jiwa-jiwa jihad, jiwa-jiwa semangat kepahlawanan bangsa Indonesia untuk kembali mempertahankan kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia an tentu atas berkat rahmad Allah SWT.

Karena kegigihan arek-arek Surabaya itulah, akhirnya pemerintah secara resmi menetapkannnya sebagai hari Pahlawan bagi bangsa Indonesia. Sebenarnya kegigihan perlawanan anak-anak bangsa melawan penjajah tidak hanya terjadi di Surabaya, namun karena di Surabaya paling heroik dan fenomenal maka akhirnya ditetapkan sebagai hari Pahlawan. jadi setiap tanggal 10 November, pemerintah bersama rakyat selalu memperingatinya sebagai hari yang bersejarah bagi perjalanan bangsa.

Apa yang bisa kita petik dari setiap peringatan, terlebih ini peringatan hari Pahlawan. Sangat tepat sekali apabila sekarang ini kita belajar untuk merefleksikannya, karena ummat sekarang sudah jauh dari pengayoman para ulama (sebab sebagaian ulama sekarang rame-rame berurusan dengan pilkada, sehingga kurang memperhatikan nasib ummat, yang sebenarnya sangat butuh pencerahan pikir dan hati). Pahlawan berasal dari kata “Pahalawan” artinya orang yang mendapatkan pahala karena jasa-jasanya. Ya, karena para pejuang tersebut bertindak tanpa pamrih, semangat pantang menyerah, dan Ikhlas karena Allah SWT, akhirnya mereka mendapat julukan sebagai pahlawan bangsa atau orang yang berjuang demi bangsa, demi martabat bangsa dan negara, bukan karena kepentingan pribadi maupun golongan.

Marilah kita mencoba merasakan lagi sifat-sifat yang dikukuhi oleh para pahlawan tersebut, sehingga dengan memahami kembali diharapkan dapat tercermin juga pada pribadi-pribadi kita sebagai manusia yang beriman. Adapaun semangat yang dimiliki menurut hemat kami adalah mereka mempunyai keberanian sejati, pantang menyerah, rela berkorban, membela bangsa, berjuang tanpa pamrih, mempunyai keyakinan yang tinggi terhadap Yang Maha Pencipta, loyalitas tinggi, berdedikasi, mengutamakan persatuan di ats semua golongan dan agama, dll. Itulah yang seharusnya menjiwai pada pribadi-pribadi kita sebagai warga negara Indonesia.

Semangat itulah yang mampu menghantarkan Indonesia merdeka dan mampu mempertahankan kemerdekaan, walaupun penjajah merajalela dan musuh dari dalam negeri juga terus merongrong. Namun dengan keyakinan yang tinggi bertindak atas nama kebenaran dan niat yang suci, mereka para pahlawan akhirnya atas ridha Allah SWt mampu mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih dengan susah payah.

Jadi, wahai para pemuda Indonesia dan semuanya mari kita ambil semangat heroik mereka untuk kita renungkan kembali dan kita implementasikan pada diri kita masing. Silahkan berjuang sesuai dengan maqom dan kemampuan masing-masing, sehingga kia akhirnya menjadi manusia yang bermanfaat baik bagi pribadi maupun lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: