MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Hukuman Mati Amrozi cs ………?

Posted by marsaja pada November 6, 2008

Dunia ini memang seperti panggung sandiwara. Kalau kita melihat pada pemberitaan di media elektronik dan media massa khususnya tentang berita seputar hukuman mati Amrozi cs, rasanya lebih heboh dan bikin penasaran para pemirsa, bahkan beritanya melebihi episode sinetron, yang intinya selalu bikin penasaran pemirsa!.

Seperti yang kita ketahui bersama, ternyata pelaksanaan eksekusi hukuman mati Amrozi cs terus mengalami penundaan, sehingga rakyat menjadi penasaran. Ada kesan yang muncul bahwa pemerintah kurang tegas terhadap keputusan hukum yang telah dikeluarkan. Kasus eksekusi hukuman mati di Indonesia sebenarnya pada kasus-kasus kriminal lain sudah pernah dilaksanakan, seperti kasus narkoba, perampokan sadis, dll. Namun melihat fakta yang ada, khususnya hukuman mati terpidana Bom Bali kami menangkap kesan yang muncul beritanya sengaja dibesar-besarkan dan di blow up oleh media massa. Sehingga rakyat secara tidak langsung digiring untuk selalu mengikuti setiap adegan yang dipertontonkan oleh sang sutradara skenario eksekusi hukuman mati Amrozi cs.

Bagimana seharusnya kita menyikapinya? tentu anda masing-masing berhak memberikan pendapat mengenai peristiwa ini. Seperti saya juga berhak memberikan pendapat. Menurut saya kasus eksekusi pelaksanaan Bom Bali ini memang sudak masuk pada ranah politik, kalau memang pemerintah tegas dan yakin terhadap keputusan yang dibuat, seharusnya juga konsisten terhadap keputusannya. termasuk mengenai waktu pelaksanaannya. Rakyat ini jangan dibuat bingung dan penasaran, karena urusan rakyat tidak hanya mengkonsumsi berita tersebut.

Pendapat kami berkaitan dengan hukuman mati (tidak hanya kasus bom Bali, tapi siapa saja yang divonius di negeri ini) adalah perlu dikaji kembali efektivitasnya. Apakah vonis hukuman mati sebenarnya sudah memenuhi rasa kemanusiaan. Kita harus kembali pada hakikat hukuman itu sebenarnya untuk apa? Setahu saya, hukuman adalah untuk kembali menyadarkan bagi orang-orang yang telah berbuat kesalahan, sehingga mereka diharapkan dapat memperbaiki kembali sikap dan perilakunya. Disini berarti para penegak hukum masih memberikan kesempatan kepada orang-orang yang telah divonis bersalah untuk bertobat dan memperbaiki kesalahanya untuk kemudian kembali hidup normal di masyarakat.

Ada lagi yang harus dipahami bersama, bahwa mati atau yang mencabut nyawa manusia adalah hak Allah SWT. Toh setiap manusia yang hidup akan mati juga. Nah kaitannya dengan hukum yang berlaku di Indonesia maupun di dunia jika memang harus dihukum mati, apakah tidak lebih baik jika divonis dengan hukuman seumur hidup di penjara. Kasih kesempatan kepada orang yang bersalah tersebut untuk merenungkan perbuatannya. Apakah sebagai manusia itu kita dibolehkan untuk membunuh sesama?

Kalau memang di penjara perilakunya tetap buruk dan tidak menyadari kesalahanya, hatinya masih keras, ya sebaiknya tetap dipenjara sampai ajalnya tiba. namun, jika perilakunya berubah baik dan sudah lembut, maka kita sebagai manusia biasa seharusnya memberi kesempatan untuk berbuat lebih baik, berbuat yang bermanfaat bagi sesama makhluk. Ingat Allah SWT tetap menerima taubat bagi hamba yang insyaf dan tidak mengulangi kesalahannya dan mau meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Jadi, kesimpulan kami lebih baik bagi setiap yang divonis hukuman mati adalah dengan mengganti hukuman seumur hidup di penjara sampai ajalnya tiba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: