MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Pendidikan yang “Unggul”

Posted by marsaja pada November 4, 2008

Gerah rasanya melihat berita di TV dan media massa tentang kenakalan dan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok anak-anak yang masih sekolah. Baik yang sekolah di negeri maupun swasta. Orang tua dan masyarakat juga sangat khawatir apabila melihat tingkah polah anak-anaknya pada jaman sekarang.  Kebanyakan  dari mereka sudah  menjauh dari tuntunan agama maupun moral. Baik putra maupun putri sama saja, sikap dan sifatnya sudah lepas dari tuntunan norma.

Gejala yang muncul dari sikap anak-anak sekarang ini adalah jika di sekolah mereka kurang bersemangat dalam belajar, bawaanya ngantuk, malas berpikir, suka ngomong sendiri (clometan), kurang menghargai guru, gampang menyerah dalam belajarnya, kurang serius dalam ujian pelajaran. Tingkah lakunya kebanyakan mengarah pada tipe individualis dan egois. Jika dirumah atau di masyarakat, mereka hanya bisa bersosialisasi secara terbatas, suka menghabiskan waktunya di game-game online, di internet. Orang tua harus menuruti keinginan anak, seperti memberi uang, sepeda motor, HP suka gonta ganti, dll. Jika keinginan itu tidak segera dipenuhi mereka marah, mengancam tidak sekolah, bahkan mengancam tidak akan menjalankan sholat.

Orang tua berharap anak berprestasi, maka mereka dimasukkan pada lembaga Bimbel pelajaran tanpa dikontrol, apakah mereka les/bimbel atau malah bermain. Mereka suka pulang tidap tepat waktu, suka pulang larut malam, sehingga disekolah mengantuk. Mereka bahkan suka menghabiskan waktu malamnya di warung-warung kopi, merokok, sampai berkata tidak sopan. Orang tua kadang sudah kehabisan akal untuk memperingatkan anak-anaknya.

Kalau sudah begitu keadaannya, maka para orang tua bingung, bagaimana seharusnya mengembalikan anak-anaknya agar kembali beradab dan memeiliki rasa hormat serta tanggung jawab. Disinilah sebenarnya peran pendidikan sangat penting! Pendidikan yang seharusnya tidak hanya mengunggulkan kemampuan pola pikirnya saja, Pendidikan yang hanya berpacu pada peningkatan inteletualnya saja. Ternyata anak-anak yang dididik dengan pola seperti itu hanya menghasilkan kepandaian secara otak saja, sehingga ketika menghadapi pergaulan, menghadapi permasalahan, umumnya anak-anak tidak siap secara mental dalam menyikapinya. Sehingga yang terjadi jelas, mereka terjerumus kepada tingkah laku yang negatif. Tingkah laku yang membuat orang tua bingung, marah, dan kecewa.

Lalu bagaimana yang seharusnya dilakukan orang tua? Kepada para pendidik sudah saatnya pendidikan harus seimbang baik pikir maupun rasa. Arah pendidikan seharusnya juga mengedepankan jiwa, rasa, tingkah laku atau budi pekerti, sehingga ketika mereka nanti besar, mereka tidak hanya pandai tapi CERDAS. Sehingga ketika ada permasalahan yang menghampirinya, mereka sudah siap menyelesaikan tanpa merasa bingung lagi, Bagaimana Komentar anda? Orang tua juga perlu menyadari posisinya sebagai kunci utama dalam mendidik anak, jangan hanya memasarhkan sekolah saja, tapi juga harus berperan aktif dan menjadi contoh yang baik di rumahnya. Didiklah anak dengan kasih sayang, komunikasi yang aktif, ciptakan suasana rumah yang nyaman bagi anak dan keluarga, buat rumah seperti sebuah tempat yang teduh untuk berlindung baik dari terik panas dan hujan. Ciptakan suasana yang merasa anak mendapatkan rasa pengayoman dan perlindungan. Jadi pendidikan yang “UNGGUL” adalah pendidikan yang seimbang baik pikir, akal, maupun hati perasaannya. Sehingga akan menghasilkan anak yang cerdas dan bermartabat dengan perilaku yang menyejukkan lingkungannya.

Satu Tanggapan to “Pendidikan yang “Unggul””

  1. asuna17 said

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/pendidikan_yang_unggul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: