MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Fenomena “Geng” Anak-anak

Posted by marsaja pada November 2, 2008

Selama tahun 2008 ini, kita dikejutkan dengan berita yang mengagetkan, yaitu berbagai tingkah polah anak-anak usia sekolah yang mengatasnamakan “geng”. Di mulai dari Geng Motor di Bandung, Geng Nero di Pati, dan terakhir informasi tentang Geng Brinkar. Anggota kelompok geng ternyata tidak hanya laki-laki saja, tapi juga wanita, bahkan juga anak-anak yang notabene masih usia SD. Mereka juga menggunakan sistem perekrutan layaknya sebuah organisasi, namun cara yang digunakan adalah dengan menjurus ke arah kekerasan, yang katanya digunakan untuk menguji kekuatan mentalnya. Sehingga setelah anggota yang baru bergabung, mereka juga siap mentalnya dengan yang senior.

Ya, itulah fenomena kemunculan geng yang anggota-anggota kebanyakan justru dari anak-anak usia sekolah baik dari yang usia SD, SMP sampai SMA. Perilaku mereka umumnya menjurus kepada kekerasan. Seperti berkelahi, melempar batu, merusak fasilitas umum, menggunakan benda tajam. Intinya mereka sudah berlagak seperti premanisme. Sehingga masyarakat menjadi was-was terhadap perilaku mereka. Orang tua juga khawatir apabila anak-anaknya ikut-ikutan  menjadi anggota geng.

Kalau kita lihat kejadian seperti diatas, ini membuktikan bahwa sikap, mental dan akhlaq anak-anak sudah jauh melanggar norma yang berlaku, baik norma agama, kesusilaan, kesopanan, maupun hukum. Kita sebagai orang tua dan guru seharusnya paham terhadap kemunculan geng-geng seperti tersebut di atas. Sudahkan kita mengetahui sejauh mana pergaulan mereka terutama di luar kelas, di jalanan, maupun di lingkungan mereka. Apakah kita pernah mengajak bicara mereka tentang akhlaqnya, apakah kita sekedar memarahi, jika mereka  berbuat  negatif ?.

Tindakan yang anarkhis yang dilakukan secara berkelompok, membuktikan bahwa mereka sudah tidak menggunakan akal sehatnya, mereka sudah tidak peduli dengan aturan norma di masyarakat. Mereka sudah tidak mampu lagi berpikir positif dan konstruktif. pelanggaran norma yang dilakukan secara berkelompok, juga menandakan bahwa mereka cenderung egois, baik secara pribadi maupun berkelompok. Mereka sudak tidak mempedulikan keselamatan diri dan orang lain. Mereka sudak tidak punya hati nurani.

Lalu, seharusnya apa yang harus kita sikapi dan lakukan?. Lakukan sekarang juga apa yang menurut hemat anda bisa memperbaiki kondisi di lingkungan anda. Mumpung hal tersebut belum terjadi pada anak kita, pada anak didik kita. Cobalah anda untuk mengajak bicara anak-anak anda dan murid-murid anda. Ajak bicara dengan hati, sehingga perasaan dan nurani mereka juga ikut merasakan. Berikan penjelasan bahwa perilaku negatif ditinjau dari norma apapun akan berakibat fatal, baik bagi diri, keluarga, dan orang lain. Cegah selagi meraka masih bisa dioajak bicara, Bayangkan kalau mereka tidak mau diajak bicara, atau kalau diajak bicara mereka selalu beralasan menolak.

Sudah waktunya orang tua dan guru memahami dan mengerti setiap gerak-gerak anak yang arahnya menyimpang. Meneliti dan memperhatikan setiap perilaku anak yang punya kecenderungan negatif. Marilah kita kembali kepada tujuan pendidikan yang sebenarnya, yaitu kembali kepada adab, akhlaq yang mulia, sehingga dengan kemuliannya kelak mereka akan mempergunakan ilmunya hany untuk kebaikan, hanya untuk yang bermanfaat dan membantu sesama. Tanamkan pada jiwa mereka sesuatu yang baik, sehingga mereka kelak nanti akan mampu berbuat kebaikan pada sesamanya.

2 Tanggapan to “Fenomena “Geng” Anak-anak”

  1. asuna17 said

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/fenomena_geng_anak_anak

  2. agusampurno said

    Yang terpenting, komunikasi antar dua generasi dan orang tua yang terus mau tahu dan belajar mengenai dunia yang anak-anaknya alami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: