MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Makna Nafas

Posted by marsaja pada September 14, 2008

Setiap saat manusia selalu bernafas agar tetap hidup. Nafas yang terasa enak adalah nafas yang turun naik, nafas yang kita hirup dan dikeluarkan. Bagaimana rasanya jika kita bernafas dengan terus menghirup tanpa mengeluarkannya. Kira-kira apa yang dirasakan. Alangkah enaknya hidup kita jika kita masih diberi anugerah untuk bernafas dengan teratur, kadang naik kadang turun, kadang menghirup kadang dikeluarkan. Sehingga ada stabilisasi pernafasan di tubuh kita. Kita pun enak untuk melakukan segala aktifitas yang kita lakukan. Bayangkan juga bagi yang terkena sesak nafas, sulit sekali kita bernafas. Rasanya dada sesak dan untuk melakukan aktifitas kita menjadi lemah.

Begitulah gambaran orang hidup yang setiap hari terus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya. Allah SWT sudah mengatur kehidupan di bumi ini dengan adil. Diciptakannya waktu siang agar manusia bekerja dan berupaya, malam hari untuk istirahat. Seandainya manusia terus bekerja baik siang maupun malam, kira-kira kondisi tubuh kita bagaimana yaa? Seandainya manusia tahunya hanya bekerja tanpa henti dengan alasan mumpung hasilnya banyak, bahkan sampai nglembur segala, apakh kita sudah memenuhi hak tubuh kita yang juga memerlukan istirahat.

Bekerja untuk mendapatkan rezeki boleh, akan tetapi kita juga harus tahu waktu, karena tugas manusia tidak hanya bekerja saja, namun juga untuk beribadah. Bagaimanamungkin manusia bisa beribadah dengan khusu’, jika kurang istirahat. Jika manusia terus mencari uang saja, tanpa ingat akan beribadah, berarti manusia seperti terus menghirup nafasnya tanpa pernah mengeluarkanya. Apa yang terjadi selanjutnya, tentu adanda tahu sendiri jawabannya, seperti yang kami gambarkan tentang ilmu nafas kita.

Kadang kita mempuanyai rezeki yang melimpah, kadang rezeki kita sedikit. Begitulah kondisi rezeki itu, semuanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Enak dan tidaknya sebenarnya tergantung persepsi manusia dalam merasakannya. Jika pas rezekinya melimpah, sebaiknya kita bersyukur. Jika rezeki kita pas seret, kita wajib bersabar. Jangan mau menangnya sendiri saja, mintanya rezeki terus melmpah, memangnya siapa yang mengatur rezeki manusia itu, ingat lhoo, kita ini mung sa’derma nglakoni, hanya sekedar menjalani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: