MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Mengenali Potensi Anak

Posted by marsaja pada Agustus 28, 2008

Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi masing-masing. Potensi anak bisa berkembang jika orang tua mampu melatihnya, baik secara mandiri atau melalui pendidikan, kursus, dll. Bagaimanakah sebenarnya potensi anak itu? ANAK (Aku Nakal Aktif dan Kreatif). Nakal itu Nata Akal.

Adapun Potensi yang dimiliki setiap anak, di antaranya : Anak sebagai Pribadi yang unik (potensi anak berbeda-beda dan mempunyai multiple intelegensi), Kreatif (daya kreatifitas anak usia TK = 95 – 98 %, SD = 50 – 70 %, SMP = 30 – 50 %, Dewasa = 20 %), Intatif (suka meniru orang lain atau yang dilihatnya), Imajinatif (daya khayalan), Perkembangan fisik dan psikis luar biasa, Memiliki sikap positif (jujur, tidak takut salah, rasa ingin tahunya tinggi, suka mencoba, motivasi belajar tinggi).

Kemudian, bagaimakah caranya mengenali Potensi Anak, berikut tips dan triknya :

1.  Berilah pilihan banyak kegiatan. Kenalkan anak pada bermacam-macam kegiatan, baik yang bersifat kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dengan semakin banyak pengenalan kegiatan diharapkan anak lebih berkembang kemampuanya, sehingga orang tua akan mengetahui anaknya memiliki potensi apa.

2.  Amati kecenderungan belajarnya. Coba lakukan pengamatan kepada gaya belajar anak. Jika anak suka berbicara, maka tipenya adalah lingusitik. Jika anak suka lompat atau berlari, berarti tipenya kinestetik, dll.

3.  Amati kegiatan yang paling disukai dan tidak disukai. Lakukan pengamatan kepada setiap yang dilakukan anak untuk mengetahui sejauh mana anak tertarik dan anak mampu menikmati kegiatannya. Kemudian coba divariasikan kegiatan yang disukainya tersebut, sehingga anak mungkin akan terus suka atau tidak. Jika anak benar-benar nyaman dan menikmati maka orang tua bisa lebih mengembangkan kemampuanya pada bidang yang diusukainya itu dengan menyediakan fasilitas agar ada peningkatan potensinya.

4.  Bangun komunikasi dengan guru untuk berbagi informasi. Usahakan ada komunikasi yang baik dengan gurunya sehingga ada sharing atau saling berbagi informasi terutama yang dikerjakan anak di sekolah, sehingga orang tua dan guru bisa saling berdiskusi untuk mengarahkan anak sebaiknya mengembangkan potensinya pada bidang yang disukainya.

5.  Bila perlu lakukan tes bakat dan minat. Untuk lebih meyakinkan supaya orang tua lebih mantap dan yakin, orang tua bisa mendaftarkan anaknya ikut tes bakat dan minat, sehingga datanya lebih akurat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: