MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Do’aku = Jalan Kenikmatan

Posted by marsaja pada Agustus 24, 2008

Banyak sekali permintaan seorang hamba di dunia ini. Mereka kemudian memanjatkan do’a kepada Alloh SWT. Semua berharap agar terkabul yang dido’akannya. Ada yang minta kekayaan, kepandaian, kesuksesan hingga keselamatan. Pada dasarnya semua berdo’a sesuai dengan kondisinya masing-masing. Mereka berdo’a sesuai dengan tingkat keimanan dan keyakinannya. Waktu berdo’a pun pada waktu-waktu khusus yang tujuannya agar lebih khusu’ dan mustajab.

Sebenarnya apakah do’a yang pas dan tepat yang sesuai dengan tujuan kita diciptakan di bumi ini? Tak lain adalah bahwa “Tidak akan Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku” Sudah sangat jelas bahwa baik jin dan manusia bertujuan hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT. Semua manusia jikalau sudah mati akan kembali kepada-Nya. Ibaratnya kita hidup didunia ini adalah meniti jalan yang berakhir di tujuan hidup yang hakiki. Yaitu jalan yang sesuai dengan tujuan hidup di atas. Jalan tersebut ibarat jalan setapak yang di kanan kiri terdapat jurang yang menganga. Kalau kita tidak hati-hati maka kita bisa jatuh dan tidak selamat. Itulah jalan yang dinamakan “Shirotol Mustaqiim” .

Pada Al Qur’an khususnya pada ummul Qur’an yaitu Surat Al Fatihah, dijelaskan bahwa setiap manusia hendaklah berdo’a denganĀ  “Tunjukilah kami jalan yang lurus” Jalan lurus itulah yang kami sebut sebagai Jalan Kenikmatan. Ya, kenikmatan adalah sesuatu yang bisa dirasakan, sehingga dengan merasakan manusia diharapkan semakin memahami dari setiap pengalaman yang dihadapinya. Orang akan merasa bersemangat dalam melakukan segala sesuatu jika mampu merasakan. Bukan melakukan sesuatu tapi tidak mampu merasakan.

Ibu yang sedang memasak pun akan tersenyum jika hasil masakannya enak. Orang yang makan apapun akan senang jika yang dimakan rasanya enak. Rasa enak terletak di lidah (indera perasa) dan rasa nikmat adalah di hati (yang merasakan). Rasa nikmat sifatnya ghoib, bisa dirasakan tapi tidak bisa diungkapkan. Jadi do’a yang tepat dan pantas kita ucapkan adalah Tunjukkan jalan yang nikmat, sehingga kita nanti selamat sampai tujuan yang hakiki, yakni kembali kepada Alloh SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: