MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Merdeka Kok Setahun Sekali

Posted by marsaja pada Agustus 18, 2008

Pada bulan Agustus, bangsa Indonesia dimanapun berada terlihat semarak dan meriah. Pemasangan bendera, umbul-umbul, gapura, hiasan warna warni, begitu menghiasi baik dijalan, di rumah, di kantor, maupun tempat umum lainya. Semuanya dengan sukacita ingin memperingati kemerdekaan sesuai kemampuan dan kreasinya masing-masing. Baik rakyat maupun pejabat sama-sama memperlihatkan dengan kemeriahannya untuk memperingati kemerdekaan. Ada yang mengadakan pawai, perlombaan, upaca, dan renungan pada malam proklamasi.

Begitulah gambaran umum peringatan kemerdekaan RI yang dari tahun-ke tahun pada dasarnya sama dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Lalu bagaimanakah sebenarnya yang dimaksud dengan merdeka? Jikalau peringatannya seperti itu berati kita dikatakan masih merdeka hanya setahun sekali. Karena pada saat kemerdekaan pada umumnya semuanya merasa senang, gembira, bersuka cita dan menikmati hasil kemerdekaan. Disinilah kita seharusnya teliti dan jeli. Mengapa kita harus menunggu merdeka hanya setahun sekali?

Bagaimanakah sebenarnya merdeka yang sejati itu? sehingga kita akan merasa bahwa kita hidup ini sebenarnya benar-benar merdeka! Ya, merdeka berarti ada suasana bebas dari tekanan apapun, bebas dari penjajahan baik secara lahir maupun batin. Makna merdeka adalah bahwa antara yang satu dengan yang lain tidak ada perasaan saling menguasai, saling menginjak-injak harga diri, saling menyalahkan atau merasa benar sendiri tanpa mempedulikan orang lain.

Merdeka adalah jika kita mampu merasakan nikmat yang dianugerahkan kepada kita, tanpa berkeluh kesah, tanpa merasa kurang, merasa ikhlas menerima apa yang diberikan kepada kita. Kita mampu mengolah lahan pertanian kita, mampu mendidik anak didik dengan kasih sayang dan kesabaran, mampu berbuat adil dengan sesama, mampu menghargai baik diri maupun orang lain, tidak gampang mencela dan menyalahkan orang lain.

Merdeka bermakna kita sadar dan mengakui siapa sebenarnya kita. Kita adalah hamba yang seharusnya selalu taat dan tunduk pada Yang Maha Pencipta, dengan begitu kita akan merasa sayang dengan yang lain, karena kita semua adalah ciptaan-Nya. Apa pantas kita sombong, merasa paling pandai, paling penting, paling kuat, paling berkuasa atas yang lain. Jika anda masih seperti itu berarti anda belum merdeka pada diri sendiri, anda merasa takut jika tersaingi, kasihan dech luuu. Orang yang belum merdeka, kok ikut-ikutan memperingati kemerdekaan, kok lucu yaaaaaa.

Jadi wahai saudaraku, merdeka yang sejati adalah kita mampu dan ikhlas melakukan segala sesuatu setiap saat, jam, hari, minggu, bulan, jadi tidak harus  setahun sekali.  Yang petani menggarap sawahnya dengan cara yang benar, yang pedagang berdaganglah dengan adil, yang pejabat layanilah rakyat dengan tepat, yang terpenting kita bekerja dan beramal dengan kemampuan kita atas dasar keikhlasan bahwa pada dasarnya kita sama-sama hamba yang sudah sepantasnya hanya mengabdi pada Yang Maha Rohman dan Rohim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: