MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Refleksi Pohon

Posted by marsaja pada Agustus 11, 2008

” Oyote syahadat, wite iman, godhong sholawat, wohe dzikir, kembange puji-pujian” atau Akarnya syahadat, pohonnya iman, daun sholawat, buahnya dzikir, bunganya puji-pujian. Syair di atas adalah puji-pujian yang biasanya dikumandangkan sebelum menyelenggarakan sholat berjamaan di mushola dekat rumahku. Puji-pujian tersebut biasanya dilantunkan dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan. Ada makna yang mendalam pada puji-pujian tersebut.

Akarnya syahadat, menunjukkan pada kita bahwa pondasi setiap makmin seharusnya adalah syahadat atau pengakuan kita kepada Alloh dan Rosul-Nya. Benarkah kita sudah mengakui dengan pengakuan yang sejati dan mutlak. Dengan akar yang menancap dan kuat, maka pohon akan kokoh berdiri tegak walaupun dihantam angin yang kencang, pohon tersebut tidak mudah roboh oleh badai topan. Pohon yang akarnya lemah niscaya akan gampang roboh dan tumbang. Jadi dalam setiap melakukan sesuatu, setiap akan beribadah mulailah dengan membaca dua kalimah syahadat, sehingga yang kita amalkan benar-benar kuat niatnya.

Pohonnya iman, memperlihatkan bahwa jika menginnginkan pohon yang subur, kuat dan terus berkembang, maka kita harus pandai merawat dengan meneguhkan keimanan kita. Ya, keimanan adalah perasaan keyakinan dan kepercayaan kita kepada Al Kholiq. jaga dan rawatlah keimanan kita supaya tumbuh subur dan terus berkembang, jangan sampai layu, lapuk apalgi roboh diterjang badai.

Daunnya sholawat, mengingatkan kepada kita bahwa pohon yang baik adalah yang daunya hijau dan lebat, sehingga mampu bikin udara di sekitarnya menjadi sejuk, nyaman, dan tidak panas. Seperti itulah gambaranya, jika ingin tumbuh lebat daunya maka kita sepantasnya juga rajin bersholawat kepada Rosululloh SAW, supaya di akhirat kelak kita termasuk yang mendapat syafaatnya, yang mendapat pertolongannya.

Bunganya puji-pujian, menggambarkan bahwa bunga adalah lambang keindahan, siapapun suka terhadap bunga. di dalam terdapat sari bunga yang menjadi makanan khusus lebah, dimana akhirnya mampu menghasilkan madu, sedangkan pada madu terdapat obat bagi segala penyakit, Ya Alloh alangkah indah dan menakjubkan anugerah-Mu. Puji-pujian bisa dimaknai sebagai kalimat yang menunjukkan rasa syukur kita kepada Alloh, yang Maha Pemurah. Puji-pujian juga sebuah ungkapan mulia yang memang pantas kita sampaikan, karena itu menunjukkan kebesaran akhlaq kita.

Buahnya dzikir, memberi petunjuk bagi kita bahwa jika ingin mendapatkan buah atau ingin merasakan buah maka kita sepantasnya menjaga dengan istiqomah untuk selalu ingat kepada Alloh, untuk terus berdzikir pada Alloh melalui hati kita, karena sekeras-kerasnya suara kita adalah lebih keras suara hati kita. lisan mungkin bisa kita bohongi, namun hati kita adalah cerminan perbuatan jujur. Dengan berdzikir dalam hati, kita bisa melaksanakanya kapanpun, dimanapun, dan situasi bagaiamanapun. Buah adalah perwujudan benda yang bisa kita makan, kita ambil sari dan vitaminnya, kita rasakan nikmatnya, sehingga kemanfaatannyalah yang diperoleh. Akhirnya manfaat tersebut bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh kita sehingga menjadi terus berkembang, selaras ia ada kesempatan untuk secara proporsional makan buah tadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: