MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

5 Langkah untuk 5 Tujuan

Posted by marsaja pada Agustus 11, 2008

Pada dasarnya setiap manusia mempunyai cita-cita, secara umum cita-cita tersebut adalah sukses dunia dan akhirat. Seorang ulama mengatakan jika menghendaki 5 hal, maka lakukanlah 5 hal pula. Kelima hal tersebut adalah :

Pertama, jika ingin mendapatkan rejeki, rajinlah sholat dhuha. Rentang waktu sholat dhuha adalah di pagi hari, artinya disamping kita dianjurkan sholat dhuha, pagi hari memang pas untuk bekerja dan berusaha. sehingga dengan bekerja, kita sudah sesuai dengan perintah agama yaitu untuk berusaha. Dengan berusaha berati kita selangkah telah siap-siap menerima rejeki. Ibaratnya seperti ayam yang bangun pagi dan giat untuk ceker (beruasaha), sehingga ada pepatah jika bangun kita kesiangan maka rejeki dimakan ayam.

Kedua, Jika ingin mendapatkan cahaya di kubur, istiqomahlah sholat tahajud. Sholat tahajud atau sholat qiyamul lail memang waktu yang tepat untuk menundukkan hati kita, semata-mata beribadah karena Alloh. Dengan sholat tahajud berarti kita berusaha menerangi diri dengan cahaya yang bersinar. Umumnya pada malam hari orang-orang sedang tidur lelap atau terbuai mimpi. Orang yang sholat tahajud berarti mengikhlaskan sebagian malamnya untuk menghadap Alloh. Ibaratnya ia menjadi cahaya bagi yang lain, seperti ketika malam ada cahaya dari bintang-bintang di langit, alangkah indah sinarnya.

Ketiga, Jika ingin sukses menjawab pertanyaan Malaikat Munkar – Nakir, biasakan membaca Al Qur’an. Ketika nyawa kita diambil dan kita dimasukkan ke alam kubur, maka kedua Malaikat Munkar – Nakir akan bertanya beberapa hal berkaitan dengan keimanan masing-masing manusia. Membaca Al Qur’an berarti mengetahui maknanya, sehingga manusia semakin paham tentang agama dan menghayati untuk mengamalkannya. Dengan kepahaman berarti manusia mengetahui ilmu-ilmu yang dianugerahkan kepada kita. Dengan ilmu tadi diharapkan manusia mampu menjawab setiap pertanyan yang diajukan oleh kedua Malaikat penjaga kubur tersebut.

Keempat, Jika ingin selamat meniti shirotol mustaqiim, amalkanlah puasa dan shodaqoh. Diibaratkan bahwa shirotol mustaqiim adalah jembatan yang berada di atas neraka dengan tujuan syurga. Diartikan pula sebagai batas pemisah antara yang benar dan yang salah. jadi jika ingin selamat maka lakukanlah puasa dan shodaqoh. Hakikat puasa adalah menahan nafsu yang jelek, dengan puasa berarti kita dilatih untuk mengendalikan nafsu jelek setiap pribadi manusia, sehingga jika nafsunya sudah terkendali maka ia dalam keadaan suci. Sedangkan hakikat shodaqoh adalah cerminan orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan kepadanya. Dengan amalan puasa dan shodaqoh berarti manusia sudah berusaha untuk selamat meniti titian shirotol mustaqiim tersebut, sehingga diharapkan ia akan selammat sampai di tujuan, yaitu syurga.

Kelima, Jika ingin mendapatkan lindungan arsy, tertibkanlah dzikrullah. Siapa yang tidak bahagia jika kita mendapat lindungan arsy-Nya karena disitulah puncak kebahagiaan sejati. Membiasakan dzikrullah berarti kita selalu mengingat Alloh SWT, yang Maha Kuasa, yang menciptakan semua makhluq di dunia. Orang yang istiqomah berdzikir berarti ia secara sadar dan penuh pengakuan ia seorang hamba yang senantiasa membutuhkan Sang Pencipta.

Begitulah pesan yang disampaikan ulama, yang mana jika kita benar-benar memahami dan meresapi, maka memang pas dan bisa kita tauladani untuk kemudian marilah kita berusaha untuk mengamalkannya dengan niat yang suci  dan hati yang ikhlas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: