MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Antara Nanas, Nangka, dan Durian

Posted by marsaja pada Agustus 5, 2008

Disebuah wilayah terpencil tepatnya di lereng pegunungan Prigi daerah Watulimo Trenggalek ada sebuah tempat yang menarik untuk di ambil sebuah pelajaran, karena kehidupannya selalu bernuansa hikmah. Tempat tersebut adalah kediaman orang yang sholeh yang bernama mbah Guno Wasesa, yang sekarang ini sudah berganti menjadi makam. Pada kehidupannya yang sederhana dan bersahaja tetangga khususnya anak-anak banyak yang suka bermain dirumahnya. Sering ketika anak-anak bercengkrama dengan mbah Guno, anak-anak sering diberi buah yang sudah matang yaitu Buah Nanas, Nangka, dan Durian. Tentu anak-anak menjadi senang dan tidak bosan-bosannya bermain ke rumah mbah tadi. Disamping mereka sering diberi buah-buahan mereka juga sering mendapatkan cerita melalui dongeng yang disampaikan oleh mbah Guno Wasesa tanpa pamrih dan senantiasa ikhlas dalam berbuat.

Ada sebuah pelajaran menarik yang bisa kita ambil ketika anak-anak mendapatkan dan memakan tiga jenis buah tersebut, tidak hanya manis rasanya tetapi yang lebih penting adalah ketiga buah tadi sarat dengan pesan khususnya bagi orang yang mencari ilmu atau tholabul ilmi. Apa sebenarnya makna ketiga buah tadi sehingga penting untuk diambil pesannya?

Nanas, adalah buah yang manis, kulit dan daunnya ada durinya, juga rasanya yang gatal. Pohonnya pendek, cara mengambilnya juga mudah namun kalau tidak hati-hati bisa terkena duri. harganya murah. Maksudnya adalah bahwa Nanas mencerminkan orang yang memiliki ilmu masih dalam tahap awal atau ilmunya masih dangkal. Biasanya orang yang termasuk kategori ini suka pamer kemampuannya bahwa ia sudah tahu ilmunya. Ilmunya masih dirasakan ada gatalnya, masih kurang mendalam pemahamannya, sehingga menyebabkan orang lain kurang nyaman mendengarnya, merasakannya. Jika tidak hati-hati dalam menyampaikan maka bisa mengakibatkan orang lain luka dan melukai.

Nangka, memang manis dan enak rasanya, baunya jika matang cukup menyengat, namun masih ada pulutnya atau getahnya. Cara mendapatkannya cukup mudah walaupun pohonnya agak tinggi, kulitnya juga berduri. Harganya agak mahal.  Begitulah gambaran orang yang mencari ilmu pada taraf menengah. walaupun sudah mulai ngerti dan paham, namun dirasakan juga kurang nyaman karena masih ada getahnya. Jika kita tidak hati-hati dalam memakannya maka kita akan terkena getahnya. Buahnya manis dan enak artinya orang yang berilmu memang bisa menentramkan orang lain.

Durian, dari baunya sudah menyengat, harum. Rasanya enak, lembut, dan wangi. Durinya cukup tajam. Pohonya tinggi, Buahnya benar-benar sudah matang jika jatuh ke tanah. Harganya jika dijual mahal. Maksudnya adalah orang yang sudah memiliki ilmu tingkat tinggi. Ilmunya akan bermanfaat bagi yang lain, dia tidak suka bicara yang tidak berguna, karena lebih baik diam daripada hanya omong saja. Wibawanya sangat besar, dan mampu mendatangkan manfaat dan pencerahan bagi orang yang membutuhkan. Salah satu cirinya adalah orang yang tabah, pasrah, dan tawakal kepada Allah SWT.

Begitulah gambaran orang yang memiliki ilmu, dimana mbah Guno Wasesa menggolongkanya pada tingkatan manusia, yang terkiaskan pada tiga buah yang biasa disebut dengan Nanas, nagka, dan Durian. Kita bisa mengukur diri sendiri sesungguhnya kita termasuk pada tingkatan yang mana? Nanas, Nangka atau Durian!. Nanas merupakan gambaran ilmunya masih dangkal, suka bicara, tidak pandai menyelesaikan masalah, bahkan ilmunya dirasakan bisa menyebabkan sakit dan menyakitkan orang lain. Kedua, Nangka merupakan gambaran ilmu  yang menengah, kadang masih suka bicara, kurang pandai menyelesaikan masalah yang dihadapi, walaupun kadang ilmunya dirasakan masih ada kekurangannya. Ketiga, Durian menggambarkan ilmunya sudah tinggi, bisanya suka diam (karena lebih mengerti), cerdas menyelesaikan persoalan yang dihadapi, ilmunya mendatangkan kemaslhatan dan manfaat bagi yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: