MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Panduan agar Anak Kreatif dan Berkembang

Posted by marsaja pada Agustus 4, 2008

Banyak sekali orang tua yang berharap agar kelak anaknya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa serta agama, itu adalah pandangan umumnya. Pandangan khususnya orang tua berpikir supaya anak bisa berkembang dan kreatif. Salah satu cara yang mungkin dilakukan adalah konsultasi kepada ahli pendidikan, disekolahkan ke lembaga yang unggul, sampai dikursuskan yang macam-macam. Sebagai orang tua tentu kita harus selektif dan mengetahui sebenarnya cara yang tepat itu bagaimana. Berikut ini 4 (empat) panduan agar anak kreatif dan berkembang, diantaranya adalah :

1.  Keharusan menghargai anak. Mulailah dengan menghargai atau memberikan penghargaan pada setiap yang dilakukan oleh anak, sehingga anak akan terpacu untuk berusaha berbuat, karena anak merasa dihargai setiap perbuatannya. Misalnya anak membantu menyapu, sebaiknya orang tua bilang terima kasih atau diberi sesuatu yang menyenangkan dia. Berikan perhatian walau sekecil mungkin yang dilakukan oleh anak, karena dia akan merasa terhargai.

2.  Jangan mudah mengkritik. jangan gampang memberikan penilaian pada anak. Anak yang selalu dikritik akan ciut nyalinya, takut untuk berkembang karena apa yang dilakukan pasti akan dikritik orang tua. Banyak orang tua yang terjebak atau terbiasa mengkritik setiap yang dilakukan anak. beri kesempatan kepada anak untuk membuktikan kemampuannya tanpa anak merasa takut dikritik. Dengan sendirinya anak akan berani berbuat sehingga kreatifitasnya akan berkembang terus.

3.   Anak boleh melakukan kesalahan. Pada dasarnya sifat anak adalah suka mencoba pada hal-hal yang baru. Mereka kadang tidak paham yang dikerjakan adalah benar atau salah. Jika anak berbuat salah, jangan langsung disalahkan tetapi dekati dulu, ajak bicara, jika suasana hatinya baik baru dijelaskan bahwa perilakunya masih belum benar. Disini ada nuansa bahwa orang tua tidak langsung memvonis kesalahan anak, tetapi meresponnya dengan mengajak dialog dulu. Termasuk yang lebih penting lagi dengan berbuat salah (karena mungkin belum tahu hukumnya) anak akan mengetahui kesalahannya, sehingga diharapkan anak dapat mengevaluasi sekaligus tidak akan mengulangi lagi.

4.  Memahami anak sebagai makhluk yang unik sesuai dengan temperamen, usia, jenis kelamin dan kemampuannya. Dengan menyadari kondisi anak diharapkan orang tua lebih mampu memahami dan mengerti pada keadaan anak. Apakah pada usia ini anak dapat berkembang atau belum, apakah anak sudah bisa atau belum, sehingga orang tua mampu melihat secara fair dan proporsional. Banyak orang tua menginginkan anak berprestasi tapi tidak didukung oleh orang tua baik memacu motivasinya, menyediakan sarana, biaya atau kebutuhan lain. Dengan kesadaran orang tua dan dukungan nyata orang tua, anak akan mampu berkembang sesuai usianya.

Itulah panduan yang bisa dikembangkan oleh siapa saja bagi orang tua yang menginginkan anaknya kreatif dan berkembang sesuai usianya. Sudah saatnya setiap orang tua tidak hanya mentarget anaknya kratif tetapi bagaimana mengembangkan prestasi anak sesuai kemampuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: