MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Mendorong Anak Berpikir Kritis dan Disiplin

Posted by marsaja pada Agustus 4, 2008

Berpikir kritis tidak datang begitu saja, tapi harus dilatih sejak anak-anak berusia dini. Sulit rasanya menumbuhkan cara bersikap dan berpikir kritis ketika dewasa. Kebiasaan dan pola pikir sejak usia anak-anak sangat berpengaruh kuat pada perkembangan selanjutnya. Dengan berpikir kritis seorang anak akan menghasilkan ide-ide berkualitas yang penting untuk keberhasilan hidupnya.

Untuk mendorong dan menumbuhkan sikap berpikir kritis bisa kita lakukan dengan 3 (tiga hal), diantaranya adalah :

1.  Mengamati, yaitu kemampuan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk berbagai kepentingan. Anak dilatih agar terbiasa mengamati setiap yang dilihatnya, bisa berupa informasi, benda, atau yang lain. Dengan pengamatan tersebut berarti anak menjadi tahu, sehingga akan menambah ilmu pengetahuannya. Dengan bertamnbahnya pengetahuan akan menumbuhkan kecerdasan inteletualnya.

2.  Menganalisis, yaitu memahami fenomena yang terjadi disekelilingnya, ia harus mampu menyaring informasi yang berhasil dikumpulkan untuk mencari satu titik apa yang seharusnya dilakukan. menganalisis juga berati mengolah setiap apa yang dilihat atau informasi yang didapatnya. Mengolah dapat dilakukan sendiri atau dengan bantuan yang lain, bisa orang tua, teman atau referensi buku/majalah, dll. Proses selanjutnya ia kan mengerti apa yang selanjutnya dilakukan, dari hasil analisis tadi.

3.   Menerapkan, yaitu menggunakan hasil analisis untuk mengembangkan ide-ide yang berkualitas tinggi. Mengamalkan hasil analisis yang baik akan mampu melahirkan gagasan yang segar dan matang serta bermanfaat bagi yang lain.

Ketiga cara diatas adalah sangat tepat untuk menumbuhkan sikap kritis anak karena anak langsung dihadapkan pada sebuah fenomena atau kenyataan yang dihadapinya. Untuk menunjang sikap kritis pada anak, kita bisa melakukan hal-hal sebagai berikut : Pertama, anak dirangsang untuk mengembangkan ide yang dimiliki. Kedua, menyusun rencana berdasarkan ide (kemampuan berhitung dengan cermat). Ketiga, kemampuan berkomunikasi untuk menyampaikan pendapat tentang rencana yang hendak dilakukan.

Adapun cara mengajarkan pola disiplin pada anak adalah :

1.  Menunjukkan ekspresi tidak senang ketika anak melakukan tindakan yang salah. Berikan respon jika mengetahui anak apabila berbuat salah, sehingga anak akan berpikir jika perbuatannya salah maka orang tua menjadi tidak senang. Diharapkan anak sadar dengan ekspresi dan respon orang tuanya.

2.   Kasih sayang orang tua. Dengan nuansa kasih sayang orang tua yang tidak pernah putus anak akan merasa mendapat perlindungan dan keamanan. Dengan perlindungan anak akan percaya diri dan merasa aman. Dengan rasa kasih sayang tersebut anak akan mudah diajak untuk berdisiplin.

3.   Ketegasan orang tua. Ciptakan aturan yang disepakati bersama, termasuk sangsi atau dendanya. Jika anak ada yang melanggar maka orang tua harus tegas dan tidak plin plan atau pilih kasih.

4.  Orang tua membiasakan diri bertingkah laku disiplin. Oranmg tua harus meberi tauladan dan contoh tentang kedisiplinan. Orang tua tidak boleh memaksakan kehendaknya bahwa mereka tidak pernah melanggar atau anak yang harus disiplin saja orang tua tidak perlu. Pola pikir seperti itu akan membuyarkan kedisplinan yang seharusnya dijunjung dan ditaati bersama.

5.  Fleksibel dan tidak plin-plan. Ciptakan nuansa keterbukaan diantara anggota keluarga. Misalkan anak terlambat sekolah, jangan langsung divonis atau diberi sangsi, tapi tanyakan dulu apa yang terjadi sebenarnya, sehingga ada komunikasi dan keterbukaan. Sehingga orang tua akan fair dan adil dalam menegakkan aturan kedisiplinan. Jangan bersikap plin-plan, sekali orang tua plin-plan maka anak akan tidak percaya bahkan akan membuat berbagai alasan agar tidak dihukum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: