MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Sopo Salah Seleh

Posted by marsaja pada Juli 24, 2008

Melihat kehidupan sekarang ini khususnya di Indonesia, ternyata sikap orang yang mengaku beradab justru malah dengan bangga menunjukkan kepada masyarakat tentang kebiadabannya. Mereka dengan seenak hati berbuat ketika amanah sedang dipegangnya. Tokoh panutan kelihatan tauladannya, pendidik kehilangan jiwa kasih sayangnya, pengusaha hilang rasa sosialnya, pejabat hilang keadilannya, rakyat hilang kesabarannya.

Akibatnya perilaku masyarakat sudah banyak yang keluar pada jalurnya. Orang berbuat salah malah dibela, sedangkan yang berbuat benar dipersalahkan. Kehidupan masyarakat menjadi kacau balau, terjadi unjuk rasa di sana sini dengan memperlihatkan kemarahannya, ini adalah bukti bahwa masyarakat sudah bertindak di luar jalur.

Ada sebuah gambaran fakta yang cukup memprihatinkan, diantaranya Kereta api yang keluar dari relnya, pesawat terbang yang jatuh terbakar, kendaraan darat yang salah jalur, kendaraan laut yang mudah tenggelam. Ini semakin membuktikan bahwa masyarakat sudah mulai kehilangan kontrolnya, hanya memperturutkan hawa nafsunya, hanya mengandalkan perhitungan akal saja, yang penting untung bagi diri dan kelompoknya tidak peduli pada nasib orang lain. Banyak bencana melanda di negeri ini mulai dari longsor dan gempa (tanah), kebakaran dan gunung meletus (api), banjir (air), badai topan (angin), dll.

Mari kita rasakan semua fakta tersebut dengan melakukan dan merefleksi diri bahwa “Sopo Salah Seleh”. Siapa yang berbuat salah sudah sepantasnya untuk mengakui dan tidak mengulangi lagi, untuk kemudian menghiasi dengan akhlaq yang lebih terpuji. Jangan lagi salah tapi tidak merasa salah, ini nanti bisa merugikan orang lain bahkan makhluq lain. Siapapu yang salah apakah itu pejabat, tokoh agama, pengusaha, maupun rakyat, sudah sepantasnya untuk mengakuinya dan memperbaiki dengan sikap dan tingkah laku yang mulia. Sehingga kedaimaian dan ketentramanlah yang akan didapat oleh seluruh makhluq di alam jagaq raya ini.

Dengan mengaku salah berati ada kesadaran untuk tidak mengulanginya lagi dan akan berusaha bertindak lebih baik. Tidak perlu butuh bantuan hakim untuk membuktikan bahwa kita salah, karena dengan bantuan hakim berarti masing-masing hanya mencoba mempertahankan rasa kebenarannya saja. alangkah mulianya jika dengan penuh kesadaran kita bangga mengaku salah. Ingat, sopo salah seleh , jika anda melakukan kesalahan tidak segera bertobat, maka akibatnya diri anda pribadi akan menerima balasanya. Karena sopo nandur bakal panen, siapa yang menanam akan panen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: