MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Ilmu Shodaqoh dari Pak Tani

Posted by marsaja pada Juli 24, 2008

Cukup banyak keterangan tentang pengertian “shodaqoh” yang dapat kita ketahui dari berbagai sumber. Kami akan mencoba membaca makna tentang shodaqoh dari sisi lain, yaitu berusaha untuk meng-IQRO’ dari gambaran atau contoh nyata pada kehidupan ini. Bagaimana sesungguhnya makna dari shodaqoh tersebut dalam bingkai bahwa “Barang siapa bersyukur maka nikmatnya akan bertambah, dan yang menginkari maka akan mendapatkan azab”.

Shodaqoh yang benar adalah apabila kita memberikannya dengan tangan kanan, maka seolah-olah tangan kiri tidak mengetahuinya atau bershodaqoh dengan ikhlas. Bagaimanakah shodaqoh yang ikhlas itu? Kami menggambarkan dengan contoh perjalanan hidup seorang petani.

Pertama, Pak Tani akan mempersiapkan lahan supaya siap untuk ditanami. Kedua, menaburkan benih untuk disemai Ketiga, dari benih yang sudah semai ditanam pada tanah yang sudah disiapkan. Keempat, tanaman dirawat dengan penyediaan air yang cukup dan disuburkan dengan pemberian pupuk. Kelima, padi yang sudah tua dipanen. Hasil panen biasanya ada yang melimpah atau sebaliknya.

Coba perhatikan kronologis dari mulai menabur benih sampai dengan panen, itu adalah suatu bukti nyata bahwa Allah SWT maha pemurah. Dari benih yang sedikit mampu menghasilkan panen yang melimpah. Begitulah kias atau gambaran dari ilmu shodaqoh. Jika kita bershodaqoh dengan niat lillah dan billah, tanpa mengharapkan pahala atau balasan lainnya, insya Allah hasilnya akan melimpah. Sebaliknya jika bershodaqoh dibarengi dengan niat mendapatkan balasan, maka berarti kita mengharapkan pamrih yang berarti niatnya kurang ikhlas, maka kita seyogyanya lebih teliti dan jeli dalam menata niat kita.

Al Qur’an sudah sangat jelas, jika kita bersyukur maka nikmat akan bertambah. Dengan gambaran pak tani diatas coba direnungkan langka demi langkah yang dilakukan oleh pak tani. Jika dalam menanamnya kita benar, dilanjutkan dengan merawat dan memeliharanya, maka hasilnya akan bagus. Sebaliknya jika menanamnya tidak tepat, tidak dirawat atau dibiarkan saja, maka akan diserang hama dan tidak bisa panen. Sama, ketika niat kita dalam bershodaqoh tidak lillah dan ketika merawat kurang billah, maka hasilnya pun kurang baik.

Oleh karena itu mari kita mengaca pada kehidupan Pak Tani untuk memahami ilmu shodaqoh yang benar-benar lurus, yaitu niat shodaqoh karena lillah dan mengamalkannya dengan billah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: