MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Salah, Ngalah, dan Kalah

Posted by marsaja pada Juli 11, 2008

Setiap manusia di dunia ini dalam mengarungi jagad kehidupan biasanya akan mendasarkannya pada sebuah cita-cita agar merangsang kegairahan dalam hidup. Kita sebagai manusia yang beriman juga tidak terlepas dari yang namanya cita-cita tersebut, adapun cita-cita tersebut adalah mampu beribadah dengan sholih atau menjadi manusia yang sholih.

Ada sebuah falsafah kehidupan yang cukup menarik yang patut untuk direnungkan bersama, yaitu “SALAH, NGALAH, DAN KALAH”. Sebenarnya apa maksudnya ?. Pertama, Salah (Asale saking Allah) bermakna bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT, sehingga jika kita sadar, mengerti dan memahami makna tersebut, maka kita akan mengetahui sesungguhnya siapa yang menciptakan kita? sehingga kalau sudah tahu, maka sikap dan tingkah laku kita akan lebih teliti dan hati-hati, artinya tentu kita akan lebih sering bersyukur kepada Allah SWT.

Kedua, Ngalah (Ngelingana mring Allah) bermakna bahwa sebagai hamba kita patut dan semestinya ingat kepada Allah SWT. Dengan semakin mengingat/berdzikir kepada Allah, akan melahirkan sikap yang hasan dan menjadikan kita mampu bertingkah laku mulia, jika kita mendapat nikmat maka kita tidak akan lupa atau sombong, sedangkan jika mendapat musibah kita akan tetap bersabar.

Ketiga, Kalah (Tawakkal mring Allah) bermakna segala yang kita amalkan sudah seyogyanya kita teruskan dengan niat pasrah, sumarah dan tawakal kepada Allah. Jangan lagi kita mengeluh, atau tidak sabar terhadap semua yang dianugrahkan kepada kita yang sebenarnya tiada terkira besarnya, jangan lagi ngundamana bahkan protes kepada-Nya. Kita sepantasnya selalu bersyukur terhadap semua nikmat yang diberikan kepada kita hal ini sangat tapat dengan istilah “Nikmatilah yang sudah ada jangan mencari yang belum ada”.

Begitulah tiga pedoman yang patut kita renungkan bersama, sehingga akan mampu melahirkan sikap yang mulia dan perilaku atau akhlaq yang karimah, karena puncaknya ilmu terletak pada akhlaq yang mulia, sehingga cita-cita kita sebagai manusia yang sholih semoga bisa terkabul.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: