MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Tiga Macam Rumah

Posted by marsaja pada Juli 3, 2008

Setiap manusia pasti membutuhkan rumah untuk tempat berlindung, sehingga manusia dengan daya dan upayanya berlomba-lomba membangun rumah dan menghiasinya. Pada dasarnya rumah dibedakan menjadi tiga, yaitu Rumah Raja, Rumah Orang Menengah, dan Rumah Orang Miskin. Rumah raja biasanya terdapat banyak harta dan simpanannya (emas, dan barang berharga lainya), Rumah orang menengah biasanya ada hartanya, sedangkan orang miskin tidak punya harta benda.

Seorang pencuri memang punya tugas untuk mencuri harta milik orang lain. Pencuri akan berpikir seribu kali jika ingin mencuri harta di rumah Raja, karena tentu banyak pengawal yang menjaganya baik siang maupun malam, di rumah orang miskin seorang pencuri pasti tidak mau mencuri ditempatnya karena tidak ada hartanya, Biasanya pencuri akan mengambil harta pada rumah orang menengah (bisa pengusaha, pejabat, atau hartawan). Begitulah gambaran rumah orang didunia begitu juga dengan rumah orang beriman.

Pertama, Rumah raja ibarat rumahnya orang yang sudah ma’rifat/ulama sejati, tentu syetan akan berpikir seribu kali jika ingin menggodanya, inilah yang disebut rumah “Mutmainah“. walaupun syetan berusaha sekeras mungkin untuk menggoda manusia kategori ini, syetan tidak akan mampu mempengaruhinya. Kedua, Rumah orang miskin ibarat rumah orang kafir/tidak beriman, maka syetan tidak perlu menggodanya,  buat apa karena pada jiwa orang tidak beriman syetan dengan leluasa mampu menembusnya, justru inilah teman dan saudaranya syetan jadi tidak perlu digoda, inilah yang disebut rumah “Amarah“. Ketiga adalah rumah menengah ibarat rumah orang yang kadang beriman kadang tidak, artinya jiwa orang ini masih labil belum istiqomah, justru syetan akan bersemangat menggoda orang kategori jenis ini. Karena orang model ini biasanya gampang lupa diri jika digoda syetan, masih suka memperturutkan hawa nafsunya, sehingga jika lengah syetan mudah masuk untuk mempengaruhinya, sebaliknya jika tetap waspada maka manusia jenis ini bisa dalam disebut beriman, inilah yang dinamakan rumah “Alwamah“.

Nah, anda kira-kira masuk pada tingkatan rumah yang bagaimana, silahkan direnungkan dengan instropeksi diri dan jika belum bisa bisa musyawarahlah dengan orang yang mampu menunjukkan jalan keluar terbaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: