MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Jangan Melampaui Batas

Posted by marsaja pada Juli 3, 2008

Manusia pada dasarnya diciptakan ke dunia ini dalam keadaan sempurna, karena dikaruniai akal pikir, rasa, dan karsa. Dengan akal dan pikir manusia mampu membedakan dan membuat perhitungan untung dan ruginya, dengan rasa manusia mampu merasakan sesuatu yang nikmat, sedangkan dengan karsa manusia mampu mempunyai kehendak atau kemauan untuk berbuat sesuai dengan yang diyakininya.

Melihat kelebihan manusia seperti di atas, sudah sepatutnya setiap manusia selalu bersyukur dengan nikmat yang diberikan-Nya, jangan malah selalu merasa kurang atau tidak puas bahkan sampai inkar. Kadang didunia ini kita merasa sudah sempurna dengan keadaan kita, tanpa mau untuk selalu instropeksi diri. Berbuat sesuatu dengan seenaknya tanpa mempedulikan orang lain.

Kita sebagai manusia tidak terlepas yang namanya lupa dan salah, sepantasnya dalam berbuat sesuatu jangan sampai melampaui batas, yang pas-pas saja. “Isin” boleh, tapi jangan sampai “Kisinan atau ngisin-ngisini”, “Seneng” boleh, asal jangan sampai “Kesenengen”, “Senyum” boleh, tapi jangan  sampai “terbahak-bahak”, “Susah” boleh asal jangan sampai “kesusahan”, “Marah” boleh yang penting jangan sampai melampaui batas.

Ada yang perlu kita patut renungkan keadaan ummat sekarang ini, yaitu tentang “Isin, Kisinan, atau Ngisin-ngisini” ada hadits yang berarti “Malu sebagian daripada iman”, artinya jika kita masih punya malu karena tidak taqwa, justru kalau orang tidak punya rasa malu, inilah yang berbahaya. Dan kalau kita melihat fakta sekarang banyak sekali orang yang tidak punya rasa malu, bahkan ada yang malu-maluin malah tidak merasa terlebih malah bangga dengan tingkah polahnya.

Kita sebagai orang yang mengaku iman, sudah sepantasnya untuk menjaga sikap dan tabiat kita di dunia iin. Jangan sampai menjadi orang yang merasa pandai, bisa, mampu segala-galanya ternyata ketika menghadapi sebuah masalah akhirnya kita semakin terpuruk yang akhirnya kita merasa “Kisinan” bahkan yang lebih memprihatinkan adalah jika kita pada tingkat “Ngisin-ngisini”. Oleh karena itu marilah untuk selalu menjaga perkataan, sikap, dan perbuatan kita di dunia ini agar jangan sampai masuk pada kategori melampaui batas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: