MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Bijaksana-Bijaksini

Posted by marsaja pada Juli 1, 2008

Kalau kita memperhatikan pancaindera kita, kita perlu merenungkan dan merasakan. Mata kita jumlahnya ada dua kiri dan kanan, rongga hidung juga dua, telinga juga dua, sedangkan mulut hanya satu. Kenapa jumlahnya mulut cuma satu?

Seperti anda ketahui masing-masing panca indera tersebut berfungsi sesuai dengan kapasitasnya. Mata untuk melihat, Hidung untuk mencium, Telinga untuk mendengar, Mulut untuk berbicara. Di dalam mulut ada lidah yang fungsinya untuk merasakan setiap makanan yang kita makan. Jadi apapun yang akan kita masukkan dalam tubuh yang bernama makanan, tentu harus kita filter dulu dengan lidah, rasanya enak atau tidak itu adalah tugas dari lidah (untuk merasakan).

Seperti itulah makna dari mulut, karena jumlahnya cuma satu dan fungsinya untuk berbicara maka kita perlu bertanggung jawab pada setiap yang kita katakan. Artinya, kita perlu Bijaksana dan Bijaksini. Ada pepatah yang mengatakan perkataan ibarat anak panah yang meluncur dari busurnya, termasuk lidah lebih tajam daripada pedang. Dengan gambaran tersebut setiap yang kita katakan akan membawa konsekuensi dan efek bagi yang mendengar. Oleh karena itu, kita patut untuk selalu menjaga perkataan kita baik kepada saudara, teman, atau kepada orang lain, terlebih pada orang yang belum kita kenal. Singkatnya jangan menggampangkan setiap perkataan kita. Setiap perkataan seharusnya dinalar dulu, dirasakan dulu, sudah pas tidak dengan nurani, apa akibatnya bagi orang lain, menyenangkan apa menyengsarakan.

Melihat begitu pentingnya arti dan efek sebuah perkataan, maka wajib bagi kita untuk hati-hati dengan perkataan kita sendiri. KARena perkataan adalah cermin pribadi seseorang. Jika perkataan tersebut membawa manfaat dan menentramkan orang yang mendengar berarti pribadinya memang baik, jika perkataan tersebut membuat yang mendengar sakit hati dan merasa tidak nyaman, maka kita patut instropeksi diri, kenapa bisa seperti itu!. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita bisa Bijaksana bagi orang lain dan bijaksini bagi diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: