MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Menaklukan Hawa

Posted by marsaja pada Juni 19, 2008

Setiap manusia diwajibkan Tuhan untuk melawan hawa nafsunya, karena hawa nafsu sangat berbahaya bagi dirinya. Dia selalu hendak membelokkan jalan orang agar ia tersesat, sehingga hilanglah kesadarannya terhadap Tuhan dan terhadap dirinya sendiri. Bentuk tubuhnya masih bentuk manusia, tetapi perasaan kemanusiaannya telah sirna sama sekali.

Hal ini sudah diisyaratkan dalam Al Qur’an “Mereka punya hati tetapi tiada mengerti, mereka punya mata tetapi tidak melihat, mereka punya telinga tetapi tidak mendengar. Mereka tak ubahnya seperti binatang, bahkan lebih sesat lagi. Merekalah orang yang lengah” QS. Al-A’rof : 179.

Begitulah keadaan manusia bila telah ditunggangi oleh hawa nafsu. Hatinya tak tahu lagi apa yang dikatakan keindahan hidup, apa yang dikatakan kebenaran. Tak tampak lagi oleh matanya apa rahasia alam yang terbentang dihadapannya. Pendengarannya terhadap kemerduan bunyi hikmat Ilahiyah telah sirna. Dengan demikian, hilanglah dari dirinya alat timbangan yang digunakan untuk membedakan antara yang haq dan yang batil.

Agama mewajibkan bagi setiap muslim untuk berjihad menaklukan hawa nafsunya. Gunanya agar martabat kemanusiaannya tetap terjaga dengan baik, kalau nafsu diperturutkan hilanglah harga diri, jatuhlah kewibawaan (muruah) di tengah-tengah masyarakat.

Pada diri manusia ada empat (4) naluri pokok manusia. Pertama, Instink Egosentris (naluri mementingkan diri sendiri). Kedua, Instink Polemos (naluri berjuang dab berkelahi). Ketiga, Instink Eros (naluri sexual). Keempat, Instink Religious (naluri berbakti kepada Tuhan).

Dari keempat naluri di atas jika diperturutkan akan mengakibatkan bala bencana. Instink Egosentris bisa mengarah kepada sifat sombong, bangga diri, riya, dsb. Sifat ini akan memencilkan orang dari pergaulan ramai, sebab tidak disukai oleh masyarakat. Akhirnya, dia kesepian sendiri dan tidak dipedulikan orang lain. Instink Polemos arahnya adalah sifat kebinatangan, suka merusak, membuat keonaran, memperkosa, merampok, yang mana akibatnya bisa menghancurkan orang lain. Instik Eros maunya hanya untuk kesenangan birahi, akibatnya tubuh lahir bisa dihinggapi oleh penyakit kotor, sedang batin menderita akibat dosa. Instink Religious arahnya tanpa mengetahui petunjuk Allah SWT berupa syariat agama, niscaya orang akan memperhambakan dirinya kepada sesama makluk, bahkan dapat memperhambakan diri kepada sesama manusia atau benda-benda lain.

Sebenarnya Tuhan yang menjadikan nafsu itu telah menetapkan jalan kemana nafsu itu harus disalurkan. Tuhan maha adil, Dia tidak menyuruh kita membendung nafsu itu secara kaku dan tidak memerintahkan kita menghancurkan nafsu yang ada dalam diri kita. Tetapi disuruh-Nya menyalurkan nafsu itu pada tempatnya sesuai dengan petunjuk Kitab yang diturunkannya, yakni Al Qur’an.

Adapun cara menyalurkan yang tepat adalah Instink Egosentris digunakan untuk mempertahankan harga diri, keluarga dan agama. Mempertahankan diri merupakan tanggung jawab setiap muslim, karena rasa tanggung jawab sebenarnya rasa “ego” dalam tubuh. Instink Polemos disalurkan untuk memupuk daya juang dan semangat mau berkelahi dalam menghadapi musuh yang datang untuk merusak diri, keluarga dan agama. untuk menghadapi segala gangguan yang mungkin akan merongrongnya, justru sifat inilah yang melahirkan semangat jihad. Instink eros dapat disalurkan melalui jalur perkawinan, yang bertujuan membina suatu ikatan keluarga, sehingga manusia bisa terhindar dari kekacauan yang ditimbulkan oleh nafsu seksual. Instik Religious disalurkan melalui amal ibadah dan aqidah Islamiyah, hal ini sesuai firman Allh SWT ” Tidaklah kuciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepada-Ku” QS. Adz-Dzariyat : 56.

Begituah empat instik induk yang diciptakan oleh Tuhan, didalamnya terkandung sifat-sifat binatang, syetan dan malaikat. Maka kalau diperturutkan akan membawa kehancuran bagi manusia. Jika dibendung habis-habisan akan berbahaya pula bagi kita. Oleh Allah SWT masing-masing naluri diberi jalur tersendiri, sehingga manusia dapat hidup dengan tentram.

Inilah jihad yang terbesar dan terberat, sebab gelora nafsu tidak datang dalam seketika, tepai dalam setiap tarikan nafas kita, dia selalu mengerahkan kekuatannya hendak melumpuhkan akal kita. Sebab itu waspadalah, semoga kita menang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: