MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Ibumu…

Posted by marsaja pada Juni 8, 2008

Pernah ada sebuah cerita pada masa Rosulullah SAW, bahwa sebagai anak menghormati orang tua itu adalah kewajiban utama, bahkan Rosululloh bersabda yang harus dihormati lebih dulu adalah Ibu, Ibu, Ibu, kemudian Bapak. Kenapa Rosulullah sampai menyebut Ibu sebanyak tiga kali baru ke Bapak. Bukan berarti kita mengesampingkan peran seorang Bapak/Ayah. Akan tetapi cerita tersebut menekankan bahwa peran Ibu memang sangat besar.

Ada juga hadits “Al Jannatu Tahta Aqdaamil Ummahat” artinya Surga di bawah telapak kaki ibu, di Indonesia bahkan ada peringatan hari khusus untuk Ibu yaitu “Hari Ibu”. Di jari kita juga ada sebutan “Ibu Jari”. Bumi yang kita pijaki disebut “Ibu Pertiwi”, dll. Dari keterangan-keterangan tersebut  tentu ada makna yang mendalam mengenai makna Ibu, sehingga Rosulullah menyebutkan sampai 3 kali. Adapun maknanya adalah Ibu yang pertama adalah Ibu Kandung, kedua adalah Hajar Aswad, dan ketiga ialah Bumi. Berikut ini ulasannya :

1.  Ibu Kandung. Ibu adalah orang tua yang mengandung, berjuang ketika melahirkan, dan yang merawat sampai akil baligh. Tentu peran ibu memang sangat besar melihat tugas-tugas yang dilaksanakannya. Mulai merawat ketika mengandung, perjuangan antara hidup dan mati pada waktu melahirkan, mendidik dan merawat ketika bayi sampai beranjak dewasa. Dengan kesabaran dan kegigihannya seorang ibu selalu sabar dan teguh serta ikhlas dalam membesarkan si anak tanpa adanya pamrih ketika anak dewasa kelak. Sehingga dengan pengorbanan baik lahir maupun batin, dengan semangat yang tak kenal menyerah, tentu pantas dan wajib bagi kita sebagai anak untuk menghormati ibu, dengan cara selalu menghormati, taat, dan jangan sampai membantahnya, kecuali kalau perintahnya melanggar syariat agama.

2.   Hajar Aswad. Ka’bah merupakan kiblat umat Islam di dunia dalam beribadah sholat. Di Ka’bah terdapat batu yang menjadi simbol atau dijadikan kiblat bagi umat Islam. Jadi sangat pas kalau Rosulullah menyebut “Surga di bawah telapak kaki ibu” artinya orang Islam yang yang iman (mukmin) dan ihsan tentu dalam beribadah sholat akan menghadap ke kiblat secara syariat (lahir) sedangkan hatinya (batin) akan selalu tertuju pada Allah SWT. Maknanya setiap muslim yang selalu istiqomah (menikmati/khusu’) dalam beribadah khususnya sholat maka sebagai syariatnya /patokannya harus menghadap ke kiblat (Hajar Aswad). Hal ini  bisa dikatakan orang yang taat pada aturan Allah SWT berarti akan memperoleh derajat taqwa. Sehingga Hajar Aswad bisa diartikan secara lebih mendalam tentang hakikat makna ibu yang kedua. Jadi, kita sepatutnya menghormati hajar aswad dengan cara meningkatkan amal ibadah sholat kita.

3.  Bumi. Kalau kita masih kecil maka yang memberi makan adalah orang tua, umumnya kita berada di gendongan seorang ibu. Lalu, kalau kita sudah besar apa tetap ibu yang menggendong, tentu bukan! Tapi yang menggendong sebenarnya adalah “bumi” tempat kita berpijak, hidup sebagai makhluk di dunia ini. Maka jika kita berpikir lebih dalam lagi bahwa bumi perannya sangat besar karena sebagai tempat hidup semua makhluk (Manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan). Kita mendapatkan makanan juga dari hasil bumi, kita menjalankan kendaraan juga butuh minyak bumi (hasil bumi), dll. Jadi, sangat tepat bahwa kita harus menghormati bumi dengan cara manjaga kelestariannya dan mengolah hasil bumi dengan tidak merusaknya.

Begitulah saudaraku, sedikit yang bisa saya renungkan selaku Dawuh dari Rosulullah bahwa kita wajib menghormati Ibu sebanyak 3 kali. Dengan merenungkan, meresapi, dan merasakan hal tersebut, insya Allah akan semakin memacu motivasi beribadah dan hidup  kita di dunia. Karena dengan lebih merasakan maka hasilnya akan lebih istiqomah (menikmati).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: