MAR_SAJA

Mesem minangka tandane syukur

Kali Ilang Kedunge

Posted by marsaja pada Mei 26, 2008

Kali Ilang Kedunge ” yang berarti pendangkalan makna hakikat hidup, itulah gambaran/kias yang pas dan tepat untuk melukiskan kehidupan bagi orang-orang yang belum memahami makna hakikat hidup di dunia. Lalu, bagaimana agar kita tidak kehilangan makna hidup yang sesungguhnya. Pertama, apa yang perlu diketahui dan diakui tentang keberadaan kita ? jawabannya “Hidup kita”. Hidup Kita sebenarnya  hidup yang dihidupi atau hidup yang menghidupi ? Kalau kita bisa menjawab dengan tepat pertanyaan itu, maka kita sudah termasuk mulai bisa merasakan makna hakikat hidup.

Bila kita yakin bahwa hidup kita karena dihidupi bukan hidup yang menghidupi, berarti kita yakin akan keberadaan Sang Pencipta, yang Maha Kuasa. Maknanya kita akan berusaha untuk taat dan patuh pada aturan-aturan yang dibuat  oleh Alloh SWT.  Jadi kalau ada yang tidak taat terhadap aturan Alloh SWT, berarti orang tersebut tidak sadar bahwa kita hidup ada yang menghidupi. Sebaliknya bagi yang termasuk taat, artinya orang itu sadar terhadap hidupnya.

Kadang manusia dalam mengarungi hidupnya hanya terjebak pada satu pandangan saja, yaitu pandangan mata (pandangan lahir), sehingga kita biasanya secara tidak sadar akan terjebak pada sesuatu yang kasat mata saja, sesuatu yang gebyar saja, seuatu yang tampak dari luarnya saja, tanpa bisa merasakan sesuatu yang berada didalam. Apabila kita melihat sesuatu dengan dua mata, yakni mata lahir dan mata batin (rasa), maka kita akan mampu memandang setiap persoalan dengan lebih bijaksana dan lebih luas (mendalam).

Misalnya, buah rambutan kalau kita hanya melihat luarnya berati kita hanya akan menemukan kulitnya saja, sedangkan bila kita mampu me-rasa-kan berati kita mampu merasakan buahnya (bukan isinya lhoo). Dan yang bisa memberikan manfaat tentunya rasanya, sehingga dari memakan atau merasakan buahnya tadi akan mendatangkan manfaat dari segi kandungan gizi (vitamin, dll). beda kan bila yang dimakan kulitnya, tentu bukan manfaat yang diperoleh tetapi penyakit (masalah) yang kita dapatkan.

Orang yang hanya tahu bahwa sate enak, tentunya hasilnya lain dengan yang bisa me-rasa-kan sate memanag nikmat. Oleh karena itu, marilah kita mencoba untuk menyempurnakan pandangan kita dengan melihat secara jeli dan teliti dengan cara menggunakan dua pandangan kita yaitu mata lahir dan mata batin, caranya yaitu kita melihat dengan Pancaindera kemudian kita tembuskan dengan Rasa (Roso) kita, sehingga hasilnya akan lebih sempurna. Terakhir, mari kita renungkan setiap langkah kita sebelum kita laksanakan, sehingga akan memperoleh hasil yang pas dan tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: